Milenianews.com, Depok– Dalam rangka memperkuat pilar pembinaan karakter, moral, serta pemahaman keislaman bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok kembali menggelar agenda rutin Kajian Jumat Pagi. Pada kesempatan kali ini,23 Oktober 2026, kajian menghadirkan narasumber Herdi Fathurrohman, S.Pd., guru Sekolah Dasar (SD) Bakti Mulya 400 Depok. Ia membawakan materi inspiratif bertajuk “Guru Adalah Investasi Masa Depan: Planting Today, Harvesting the Future”.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Depok ini mengajak para peserta untuk mengoreksi niat, memperdalam makna profesi pendidik, serta menanamkan investasi kebaikan yang dampaknya akan dipanen hingga masa depan.
Tiga Amalan Berkelanjutan dan Posisi Strategis Pendidik
Mengawali paparannya, Herdi Fathurrohman mengingatkan kembali hadits Rasulullah SAW mengenai tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia. Ketiga amalan tersebut adalah:
- Sedekah Jariyah: Kebaikan berkesinambungan yang terus memberi manfaat dan mengalirkan pahala, seperti membangun fasilitas pendidikan.
- Ilmu Bermanfaat: Ilmu yang diajarkan dan diamalkan secara konsisten sehingga terus memberikan manfaat nyata bagi orang lain.
- Doa Anak Saleh: Wujud kasih sayang dan bakti anak yang saleh dan salihah kepada orang tuanya.
“Profesi guru berada pada posisi yang sangat mulia karena bersentuhan langsung dengan ketiga pilar amalan tersebut, khususnya dalam mentransfer ilmu yang bermanfaat serta membimbing murid-murid menjadi anak yang berakhlak mulia dan mendoakan kebaikan bagi para gurunya,” kata Herdi.
Meneladani Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Tiga Pola Pikir Modern
Dalam proses mendidik, Herdi Fathurrohman mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan ajaran pahlawan pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.
- Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan memberikan teladan dan contoh yang baik.
- Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat, kemauan, serta inspirasi.
- Tut Wuri Handayani: Di belakang memberikan dorongan moral dan kekuatan.
Herdi Fathurrohman menegaskan bahwa untuk menjadi investasi masa depan yang berdampak, seorang pendidik harus menerapkan empat prinsip tindakan nyata yaitu, Be the Example, Speak with Kindness, Practice What You Teach, Invest in Every Kid (Jadilah Contoh, Bicara dengan Ramah, Praktekkan Apa yang Kamu Ajarkan, Investasikan pada Setiap Anak).
Baca Juga : SMA Bakti Mulya 400 Depok Gelar Kegiatan Road to University
Selain itu, Herdi mengingatkan pentingnya sikap life-long learner (pembelajar sepanjang hayat) bagi setiap guru. Semangat menuntut ilmu ini dilandasi oleh komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya, merujuk pada sabda Rasulullah SAW: “Khairunnas anfa’uhum linnas” yang artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Kajian Jumat Pagi ini ditutup dengan kalimat penguat dari Herdi Fathurrohman, S.Pd. bagi seluruh pendidik Sekolah Bakti Mulya 400 Depok: “Apa yang kita tanam hari ini dalam jiwa murid-murid kita adalah investasi abadi. Seorang guru tidak hanya mengajar untuk hari ini, tetapi sedang memanen kebaikan untuk masa depan dan akhirat kelak.”
Melalui kegiatan rutin Kajian Jumat Pagi ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok terus berkomitmen merawat semangat dedikasi para guru agar senantiasa menjadi teladan yang menginspirasi, berakhlak karimah, dan berwawasan luas.












