Milenianews.com, Depok– Dalam upaya mencetak generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok menyelenggarakan Seminar dan Workshop Kepemimpinan, mengusung tema “Membangun Generasi Pemimpin yang Berkarakter, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab”.
Seminar ini menghadirkan narasumber ahli di bidang psikologi, Fabiola Priscilla, M.Psi, Psikolog, yang membawakan materi utama mengenai Resiliensi dan Self-Leadership (Kepemimpinan Diri).
Mengawali paparannya, Fabiola Priscilla menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan, tingkat kecerdasan, popularitas, atau seberapa lantang seseorang bersuara. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi dan mengarahkan diri sendiri maupun orang lain menuju tujuan yang baik secara bersama-sama.

“Kemampuan memimpin orang lain harus dimulai dari keberhasilan memimpin diri sendiri (selfleadership), seperti disiplin mengatur waktu, menahan diri, dan menepati janji,” ujarnya.
Fabiola menjelaskan bahwa karakter merupakan fondasi utama seorang pemimpin yang terbentuk dari kumpulan kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, bahkan ketika tidak ada orang yang mengawasi. “Terdapat enam nilai karakter kunci yang wajib dimiliki seorang pemimpin: jujur, disiplin, empati, berani, konsisten dan berintegritas, serta rendah hati,” kata Fabiola.
Baca Juga : Grand Opening Sekolah BM 400 Depok: Inspirasi dari Imam Syafi’i, Christiano Ronaldo, dan Tiger Woods
Selain karakter, peserta diajak memahami pentingnya resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan kembali bergerak saat menghadapi kesulitan. Untuk membangun resiliensi, para siswa didorong mengadopsi Growth Mindset (pola pikir berkembang) sesuai konsep Carol Dweck, yaitu cara pandang yang melihat setiap kesulitan sebagai proses belajar yang dapat dikembangkan melalui kerja keras, latihan, dan ketekunan. Narasumber juga mengenalkan konsep Self-Efficacy dari Albert Bandura, yakni keyakinan individu atas kemampuannya dalam mengambil tindakan untuk menghadapi situasi sulit.

Untuk menerapkan self-leadership dalam kehidupan sehari-hari, Fabiola Priscilla membagikan empat teknik praktis yang dapat langsung dipraktikkan oleh para siswa:
- Teknik Menetapkan Tujuan ( Goal Setting – SMART): Menyusun target secara Spesifik (Specific), Terukur (Measurable), Dapat Dicapai (Achievable), Relevan (Relevant), dan Berbatas Waktu (Time-bound).
- Teknik Manajemen Waktu (Time Management ): Mengelompokkan prioritas tugas menggunakan Matriks Eisenhower ke dalam empat kuadran berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi.
- Teknik Bicara pada Diri Sendiri yang Positif (Positive Self-Talk): Mengubah kritik atau pikiran negatif menjadi kalimat motivasi yang membangun rasa percaya diri.
- Teknik Evaluasi dan Penghargaan Diri (Self-Reflection & Reward): Menerapkan formula PAUSE (berhenti sejenak dan tarik napas), THINK (mengidentifikasi masalah), dan MOVE (menentukan satu langkah konkret), serta memberikan apresiasi kecil (reward) atas pencapaian target yang telah diselesaikan.
Dalam sesi kelanjutan, narasumber merinci tiga pilar pemimpin masa depan: Karakter sebagai fondasi penentu nilai, Kolaborasi sebagai cara kerja yang memperluas dampak positif, dan Tanggung Jawab sebagai bukti nyata yang mengubah niat baik menjadi hasil.
Rangkaian seminar berlangsung secara interaktif melalui simulasi role play situasi kepemimpinan kelas dan penyusunan komitmen tindakan nyata harian di sticky notes oleh para peserta. Melalui kolaborasi antara Sekolah Bakti Mulya 400 Depok dan Eka Hospital ini, para siswa diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip self-leadership dan resiliensi baik di sekolah, rumah, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.













