Milenianews.com, Jakarta – Ketika tanah berguncang, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung bisa berubah menjadi puing dalam hitungan detik. Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Tibet, China, Kamis (22/10) malam, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 46 lainnya.
Baca juga:Â Gempa M7,4 Guncang Kolombia, Sedikitnya 111 Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Runtuh
Menurut laporan Xinhua, gempa merobohkan 339 rumah dan 20 kandang ternak di Kota Nagqu. Dari korban luka, 11 orang mengalami luka berat dan 35 lainnya luka ringan. Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan evakuasi.
Pemerintah telah mengirimkan hunian sementara, sekitar 3.000 tenda, tempat tidur lipat, serta pakaian musim dingin untuk membantu warga terdampak.
Akses Terganggu, Salju Mengancam
Gempa memutus jaringan komunikasi di sejumlah wilayah dan menghentikan sementara perjalanan kereta api. Longsoran batu juga menutup sebagian Jalan Nasional 317, sehingga akses dibatasi untuk kendaraan darurat dan pengangkut bantuan.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena salju diperkirakan turun selama tiga hari ke depan. Bagi warga yang kehilangan rumah, cuaca dingin menjadi ancaman tambahan di tengah proses pemulihan.
Baca juga:Â Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Puluhan Rumah Warga Terdampak
USGS mencatat pusat gempa berada sekitar 191 kilometer di timur-timur laut Kota Nagqu, pada kedalaman 18 kilometer. CCTV menyebut peristiwa ini sebagai gempa terbesar yang melanda wilayah tersebut dalam lima tahun terakhir.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












