News  

Kunjungi MATA ECO Ltd. di Fujian, Prof. Rokhmin Dahuri Dalami Integrasi Ekologi Laut, Budidaya Tiram, dan Industri Hasil Perairan China

Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Guru Besar Kelautan dan Perikanan  IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. (tengah) melaksanakan rangkaian kunjungan bisnis ke MATA ECO Ltd. di Kabupaten Huian, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, 19–21 September 2026. (Foto: Dok Dulur Rokhmin)

Milenianews.com, Huian— Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Guru Besar Kelautan dan Perikanan  IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. melaksanakan rangkaian kunjungan bisnis ke MATA ECO Ltd. di Kabupaten Huian, Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, China, pada 19–21 September 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan serta menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan akuakultur berkelanjutan, pengelolaan ekologi laut, pengolahan hasil perairan, dan penguatan rantai nilai industri kelautan dan perikanan.

Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 19 September 2026, dengan kedatangan rombongan di Fujian dan perjalanan menuju Huian. MATA ECO Ltd. berlokasi di Light Industry Park, Wangchuan Town, Huian County, Quanzhou City, Fujian Province, China.

Baca Juga : 2026 Global Ocean Development Forum Qingdao, Prof. Rokhmin Dahuri Dorong Akuakultur dan Ecological Marine Ranching sebagai Masa Depan Pangan Biru Indonesia

Pada Minggu, 20 September 2026, agenda utama difokuskan pada factory tour yang mencakup Ecological Workshop dan Aquatic Product Workshop. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan in-house discussion untuk mendalami pendekatan, teknologi, dan model pengembangan yang diterapkan perusahaan. Business Visit Itinerary MATA ECO Ltd.

Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana aspek ekologi dan aktivitas industri hasil perairan dapat ditempatkan dalam satu rangkaian pengembangan sektor kelautan yang lebih terintegrasi.

Pada Senin, 21 September 2026, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan menuju wilayah laut Teluk Dagang. Agenda mencakup peninjauan area budidaya tiram, observasi kondisi ekologi laut, serta kunjungan ke lokasi pengolahan di kawasan sekitar.

Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) mengemukan, bagi Indonesia, pengembangan komoditas budidaya laut yang terhubung dengan pengolahan pascapanen, peningkatan nilai tambah, dan pengelolaan lingkungan merupakan salah satu bidang yang relevan untuk terus dikembangkan.

“Pendekatan semacam ini penting agar pemanfaatan sumber daya kelautan tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi berkembang menjadi sistem usaha yang menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperhatikan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Dalam itinerary kunjungan juga dialokasikan agenda pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Huian, dengan pilihan waktu pada 20 atau 21 September 2026. Pertemuan tersebut dapat menjadi ruang pertukaran informasi mengenai pengembangan sektor kelautan dan perikanan serta peluang kolaborasi kelembagaan dan dunia usaha. Karena kedua waktu tersebut dicantumkan sebagai alternatif, pelaksanaan finalnya perlu disesuaikan dengan konfirmasi lapangan.

Mendorong Kerja Sama dari Hulu hingga Hilir

Menurut Prof. Rokhmin Dahuri, rangkaian kunjungan ke MATA ECO Ltd. memperlihatkan tiga bidang yang potensial untuk menjadi bahan pengembangan kerja sama Indonesia–China di sektor kelautan dan perikanan, yakni pengelolaan ekologi laut, budidaya perairan yang berkelanjutan, serta pengolahan dan hilirisasi produk perikanan.

Ke depan, kerja sama dapat diarahkan tidak hanya pada perdagangan produk, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, investasi produktif, penguatan kapasitas SDM, pengolahan hasil, serta pengembangan model bisnis berbasis ekonomi biru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga daya dukung lingkungan.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara produktif, efisien, bernilai tambah tinggi, dan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem. Karena itu, kita perlu terus belajar, bertukar teknologi dan pengalaman, serta membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Prof. Rokhmin Dahuri yang juga Ketua Dewan Pakar ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan se Indonesia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *