Milenianews.com, Cirebon– Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2001–2004), menegaskan bahwa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) harus menjadi stimulus untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta membangun kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan kerja masa reses dan penyerahan bantuan traktor roda dua serta mesin perontok padi (power thresher) kepada Kelompok Tani Gunung Singkil di Desa Damarguna, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para petani sebagai dukungan nyata untuk memperlancar kegiatan produksi pertanian.
Dalam dialog bersama Kepala Desa Damarguna, pengurus kelompok tani, dan masyarakat, Prof. Rokhmin menekankan bahwa bantuan material memiliki keterbatasan, mengingat besarnya jumlah petani yang membutuhkan dukungan pemerintah. Oleh karena itu, bantuan tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir pembangunan, melainkan sebagai pemantik untuk memperkuat kapasitas usaha, semangat gotong royong, dan kemandirian ekonomi petani.
“Kalau sifatnya materi, sebenarnya bantuan itu hanya pemantik saja. Jadi, manfaatkanlah yang ada dulu,” pesan Prof. Rokhmin kepada para petani.
Secara teknis, traktor roda dua berperan mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi tenaga kerja, sedangkan power thresher membantu mempercepat proses perontokan padi, mengurangi kehilangan hasil panen (post-harvest losses), serta meningkatkan efisiensi penanganan pascapanen.
Namun, Prof. Rokhmin mengingatkan bahwa modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan penyediaan alsintan. “Diperlukan pembangunan pertanian yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, irigasi, mekanisasi, pendampingan penyuluh, akses pembiayaan, hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian dengan harga yang menguntungkan petani,” ujarnya.
Lebih jauh, kata dia, bantuan alsintan harus dikelola secara produktif melalui kelembagaan kelompok tani yang kuat, pemanfaatan secara bersama, pemeliharaan yang berkelanjutan, serta penguatan kapasitas petani agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Baca Juga : Prof. Rokhmin Dahuri: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Menuju Kemandirian Usaha
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu), Prof. Rokhmin terus mendorong agar program pembangunan pertanian benar-benar berorientasi pada peningkatan produktivitas, pendapatan, kemandirian, dan kesejahteraan petani, bukan semata-mata pada besarnya anggaran maupun jumlah bantuan yang disalurkan.
“Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya diukur dari melimpahnya hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani. Sebab, petani harus menjadi subjek utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari kemajuan pertanian Indonesia,” tegas Prof. Rokhmin Dahuri.
Petani Mandiri, Pertanian Modern, Pangan Berdaulat, Indonesia Emas 2045!













