Milenianews.com, Indramayu– Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2001–2004), melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau perkembangan bantuan 40.000 ekor benih ikan yang telah disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Rokhmin berdialog langsung dengan penerima bantuan untuk mengevaluasi kualitas benih, pertumbuhan ikan, tingkat kelangsungan hidup (survival rate), serta kondisi kualitas air sebagai faktor penting dalam keberhasilan usaha budidaya.
Dari hasil dialog, diketahui bahwa benih ikan yang ditebar pada ukuran awal sekitar 5–7 cm memiliki tingkat kelangsungan hidup sekitar 70%. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kondisi air dengan tingkat keasaman (pH) yang rendah, yang telah mendapatkan penanganan dari pengelola setempat.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan perikanan tidak cukup diukur dari jumlah benih yang disalurkan, tetapi harus dilihat dari tingkat kelangsungan hidup, produktivitas, hasil panen, dan dampaknya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan benih unggul dengan ukuran yang sesuai, pengelolaan kualitas air, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi perhatian yang turut dikomunikasikan kepada jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Bantuan pemerintah harus benar-benar berhasil sampai tahap panen dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya ikan,” kat Prof. Rokhmin yang juga Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI).
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pembudidaya, dan pemangku kepentingan terkait, Prof. Rokhmin berkomitmen untuk terus mengawal program pemberdayaan masyarakat agar semakin tepat sasaran, produktif, efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi perekonomian rakyat.
“Dari benih yang berkualitas, budidaya yang berhasil, hingga panen yang menguntungkan, setiap tahapan harus memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Rokhmin.
Pembudidaya Sejahtera, Perikanan Maju, Indonesia Emas 2045!













