Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Alasan Gen Z Memilih Thrifting

thrifting

Milenianews.com – Di sebuah sudut pasar loak, seorang anak muda berdiri di antara rak-rak yang dipenuhi pakaian. Tangannya sibuk memilah kemeja, cardigan, dan jaket yang tergantung rapat. Sesekali, ia tersenyum saat menemukan pakaian bermerek dengan harga yang jauh lebih murah.

Pemandangan seperti itu bukan lagi hal yang asing. Dalam beberapa tahun terakhir, thrifting telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian Gen Z. Bagi mereka, membeli barang second bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi cara memenuhi kebutuhan dengan pengeluaran yang lebih terjangkau.

Baca juga: Mengenal Bisnis Thrift Shop yang Kini Semakin Digandrungi Kaum Milenial

Ainun, mahasiswa di Jakarta, mengaku pertama kali mengenal thrifting karena rasa penasaran setelah melihat unggahan temannya di media sosial.

“Awalnya karena teman. Aku lihat TikTok teman yang hunting barang di pasar loak. Dia excited banget dapat vintage tee dengan harga Rp15 ribu. Dari situ aku penasaran, kayaknya seru, deh,” ujarnya.

Rasa penasaran itu mendorong Ainun mencoba berburu barang bekas secara langsung. Setelah beberapa kali melakukannya, ia merasakan pengalaman yang berbeda dibandingkan membeli pakaian baru di pusat perbelanjaan. Baginya, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menemukan pakaian yang unik dengan harga yang terjangkau.

“Senangnya itu pas nemu barang yang unik dan harganya terjangkau,” katanya.

Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, thrifting juga menjadi cara Ainun mengelola pengeluaran. Menurutnya, meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari membuat anak muda harus lebih cermat menentukan prioritas.

“Sebagai anak muda, kita harus pintar mengatur uang. Kadang ada kebutuhan lain yang lebih penting, jadi untuk beli pakaian harus lebih dipikirkan,” tuturnya.

Ia menilai pakaian second masih memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan.

Dari Keterbatasan Menjadi Pilihan Gaya Hidup

Dahulu, barang bekas kerap dikaitkan dengan keterbatasan ekonomi. Tidak sedikit yang menganggap pakaian second hanya dibeli oleh mereka yang tidak mampu membeli barang baru.

Pandangan tersebut perlahan berubah. Kini, thrifting menjadi aktivitas yang diminati banyak anak muda. Selain menawarkan harga yang lebih terjangkau, thrifting juga memberikan kesempatan menemukan barang yang unik dan tidak mudah dijumpai di toko pakaian pada umumnya.

Perkembangan media sosial turut mendorong perubahan tersebut. Konten tentang berburu barang thrift, rekomendasi pasar loak, hingga inspirasi memadukan pakaian bekas membuat semakin banyak anak muda tertarik mencobanya.

Bagi Ainun, daya tarik thrifting tidak hanya terletak pada harga yang lebih murah. Ia juga melihat bahwa kebiasaan membeli barang bekas dapat mengurangi konsumsi pakaian baru.

“Gen Z sekarang lebih peduli lingkungan. Thrifting bukan cuma soal hemat, tapi juga pilihan untuk mengurangi dampak fast fashion,” jelasnya.

Baca juga: Tips Frugal Living yang Harus Kamu Coba!

Kesadaran terhadap isu lingkungan membuat sebagian anak muda mulai melihat barang bekas dari sudut pandang yang berbeda. Membeli pakaian second dianggap sebagai salah satu cara memperpanjang usia pakai produk sekaligus mengurangi limbah tekstil yang dihasilkan dari konsumsi berlebihan.

Perubahan cara pandang tersebut menunjukkan bahwa thrifting tidak lagi dipilih semata-mata karena alasan ekonomi. Bagi sebagian Gen Z, aktivitas ini telah menjadi bagian dari gaya hidup yang memadukan pertimbangan ekonomi, keunikan produk, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *