News  

Hashim Djojohadikusumo dan ABPEDNAS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Lewat Srikandi Jaga Desa

Srikandi Jaga Desa

Milenianews.com, Jakarta – Perempuan dinilai memegang peran penting dalam memperkuat pembangunan desa. Berangkat dari semangat tersebut, Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan resmi melantik jajaran pengurus pusat hingga daerah. Organisasi ini ingin memperluas kepemimpinan perempuan sekaligus mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif.

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, memimpin pelantikan bersama Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana. Mereka menggelar prosesi itu di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7). Kegiatan tersebut memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa dan kelurahan.

Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan merupakan organisasi sayap resmi ABPEDNAS Indonesia atau Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Nasional. Organisasi ini mendorong perempuan agar semakin aktif membangun desa, memperkuat ketahanan sosial, mengembangkan ekonomi masyarakat, dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Tokoh Nasional Hadiri Pelantikan

Srikandi Jaga Desa

Pelantikan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos.

Sebelum membacakan susunan pengurus, Adhitya Yusma Perdana mencairkan suasana dengan pantun bertema persatuan dan semangat membangun desa. Pantun tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan.

“Timur ke barat, selatan ke utara, bersama Srikandi Jaga Desa membangun desa menata kota, bersama Bapak Prof. Reda selamanya.”

Ia kemudian melanjutkan pantun berikutnya.

“Makan sambal roa di Minahasa, terima kasih Bapak Hashim berkenan membina, ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, jaga Indonesia jangan lupa bahagia.”

Perempuan Jadi Kunci Ketahanan Desa

Dalam pidato utamanya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa desa menjadi fondasi utama ketahanan nasional. Karena itu, perempuan perlu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.

Menurut Hashim, perempuan tidak hanya menjaga keharmonisan keluarga. Mereka juga berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.

Ia menambahkan, perempuan juga memiliki posisi strategis dalam memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, desa akan semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global.

Baca juga: Hidupkan Kembali Senam Rutin Desa, Kelompok 13 “Aksara Bhakti” KKL IIQ Jakarta Berbaur dengan Warga RT 03 Dusun 1

Keluarga Menjadi Pondasi

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama masyarakat yang kuat. Oleh sebab itu, penguatan ekonomi keluarga harus menjadi perhatian bersama.

“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya,” kata Sherly.

Sementara itu, Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa sekaligus Dewan Pembina ABPEDNAS, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pengelolaan yang baik akan memastikan seluruh program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan manajemen yang kuat, setiap program pemberdayaan dan bantuan UMKM dapat tepat sasaran,” ujarnya.

Siapkan Program Prioritas

Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menjelaskan bahwa Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah bagi perempuan, khususnya anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Selain itu, organisasi ini juga membuka ruang bagi aktivis, relawan, dan masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan desa.

Menurutnya, Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Adhitya menjelaskan, organisasi ini akan menjalankan sejumlah program prioritas. Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan kepemimpinan perempuan di berbagai daerah.

Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengurus oleh Adhitya Yusma Perdana. Setelah itu, panitia menyerahkan bendera pataka, meluncurkan logo resmi organisasi, dan memberikan kartu tanda anggota (KTA) secara simbolis kepada jajaran pengurus.

Melalui pelantikan tersebut, Srikandi Jaga Desa menegaskan komitmennya untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam pembangunan desa dan kelurahan. Organisasi ini juga ingin membangun sinergi bersama pemerintah dan masyarakat agar pembangunan di tingkat akar rumput berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *