Milenianews.com, Lamongan— BMH Jawa Timur kembali menghadirkan kebahagiaan melalui program wakaf air bersih dengan meresmikan sumur bor ke-272 di Jawa Timur di lingkungan Pondok Pesantren Al Imdad Haromain, Dusun Tlogo, Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (20/6/2026).
Program ini memberikan manfaat bagi sedikitnya 210 jiwa, yang terdiri dari santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Sebelum adanya sumur bor, kebutuhan air sehari-hari para santri dipenuhi dengan memanfaatkan air sungai dan mengambil air dari musala milik warga sekitar. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, sanitasi, serta berwudhu.


Peresmian sumur bor disambut dengan penuh rasa syukur oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Imdad Haromain. Kehadiran sumber air bersih ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pendidikan, ibadah, dan kebutuhan harian para santri secara lebih baik.
Ust. Syamsul Arifin selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad Haromain menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan BMH yang telah membantu mewujudkan fasilitas air bersih di pesantren.
Baca Juga : Penantian Panjang Berakhir, BMH Resmikan Sumur Bor Ke-268 untuk 400 Santri di Madiun
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hadirnya sumur bor ini. Selama ini santri harus memanfaatkan air sungai dan mengambil air dari musala warga sekitar. Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air menjadi lebih mudah, layak, dan mencukupi. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh donatur,” ujarnya.
Sementara itu, Izul, salah satu santri penerima manfaat, mengaku sangat senang dengan hadirnya sumur bor di lingkungan pesantren. “Alhamdulillah, sekarang kami lebih mudah mendapatkan air untuk mandi, mencuci, dan berwudhu. Terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah membantu pesantren kami,” tuturnya.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menyampaikan bahwa program sumur bor merupakan salah satu upaya BMH dalam menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat dan pesantren.
“Alhamdulillah, peresmian sumur bor ke-272 ini menjadi bukti nyata amanah para donatur yang terus memberikan manfaat bagi umat. Dampak program ini tidak hanya menyediakan akses air bersih bagi 210 penerima manfaat, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi, mendukung kenyamanan beribadah, memperlancar aktivitas pendidikan santri, serta menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi masyarakat sekitar pesantren,” ujarnya.
BMH Jawa Timur terus berkomitmen memperluas program wakaf sumur bor ke berbagai daerah yang membutuhkan, sehingga semakin banyak masyarakat dan pesantren yang dapat merasakan manfaat air bersih sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan.













