Implementasi Pembelajaran Inquiry Melalui Kegiatan Term Break di Sekolah Bosowa Bina Insani

sekolah bosowa bina insani

Oleh: Haposan Andi Citra M.Pd., Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani.

Mata Akademisi, Milenianews.com – Kualitas kehidupan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh pendidikan. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.

Seiring perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat, lembaga pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan peserta didik. Berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya melalui pembaruan sistem pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa (Isjoni, 2010).

Baca juga: Sekolah Bosowa  Bina Insani Salurkan Daging Qurban kepada 900 Warga di Lingkungan Sekitar Sekolah

Program term break

Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor memiliki program term break, yaitu masa jeda setelah ujian tengah semester, baik pada semester ganjil maupun genap. Pada momentum ini, siswa mengikuti berbagai kegiatan proyek observasi maupun kegiatan berkarya yang dirancang secara kolaboratif dan menyenangkan.

Konsep kegiatan term break dibagi menjadi dua bentuk, yaitu kegiatan internal dan eksternal sekolah. Melalui program ini, murid mengikuti berbagai aktivitas kokurikuler yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas.

Kegiatan Term Break bertujuan memberikan suasana baru bagi murid setelah menjalani aktivitas akademik yang padat. Selain itu, program ini juga melatih kerja sama, meningkatkan kreativitas, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan antarsiswa.

Dalam kegiatan internal, siswa membuat berbagai karya kreatif seperti menanam tanaman dan mencoba membuat makanan tradisional. Sementara dalam kegiatan eksternal, siswa melakukan kunjungan observasi ke berbagai institusi untuk mempelajari sejarah, manajemen, struktur organisasi, hingga sistem pengelolaan yang diterapkan.

Beberapa lokasi observasi yang menjadi tujuan kegiatan antara lain rumah sakit di Kota Bogor, Balai Latihan Kementerian Sosial Cibinong, Café Dapur Cihuy, kantor Radar Bogor, Rumah Sakit Juliana, Pasar Bersih Sentul, SysLab Industri Lingkungan, Korem 061 Surya Kencana Bogor, hingga Khesena Service Center.

Rangkaian kegiatan Term Break juga dapat diawali dengan perencanaan menu makanan sehat berdasarkan konsep Isi Piringku. Pada tahap ini, murid berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan menu, membagi tugas, menyiapkan perlengkapan, serta merancang proses pembuatan makanan bersama wali kelas. Murid juga membuat video bertema 7KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) sebagai bagian dari penguatan karakter.

Pada hari berikutnya, murid melaksanakan praktik memasak sesuai menu yang telah dirancang. Kegiatan berlangsung dengan antusias karena siswa dapat mempraktikkan kerja sama secara langsung. Setelah kegiatan memasak selesai, dilakukan penilaian hasil masakan, dilanjutkan dengan membersihkan kelas bersama serta persiapan presentasi proyek ODS (Outdoor Study).

Selanjutnya, murid mempresentasikan hasil proyek ODS di Aula Alhambra secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap kelompok menyampaikan hasil proyek di hadapan guru dan teman-temannya.

Pada hari terakhir, kegiatan diisi dengan seminar gizi yang menghadirkan Dokter Permata. Dalam seminar tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat serta cara menghitung kebutuhan kalori harian sesuai usia dan aktivitas mereka. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Metode observasi dalam pembelajaran

Penerapan metode observasi lapangan (outdoor study) dalam kegiatan Term Break diharapkan mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode ini mengajak peserta didik belajar langsung dari sumber belajar yang nyata di luar kelas.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lihat, amati, dan lakukan secara langsung. Dengan demikian, seluruh pancaindra dan kemampuan motorik siswa dapat terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran.

Lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar yang memungkinkan siswa menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan. Pengalaman belajar seperti ini membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam dan bermakna.

Model pembelajaran observasi juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi siswa. Oleh karena itu, pemahaman ilmu yang diperoleh menjadi lebih kuat melalui penerapan model pembelajaran inquiry.

Metode inquiry merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Fokus pembelajaran tidak lagi hanya pada apa yang diajarkan guru, tetapi pada bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, memahami proses terbentuknya pengetahuan tersebut, serta mengembangkan pengetahuan baru dari pengalaman yang mereka miliki sebelumnya.

Metode wawancara sebagai penguatan inquiry

Dalam kegiatan term break, siswa juga menerapkan metode wawancara, diskusi, dan kunjungan lapangan. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam mengenai persepsi, pandangan, wawasan, maupun pengalaman narasumber yang ditemui selama kegiatan observasi.

Agar proses wawancara lebih terarah, siswa dibekali pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya. Dengan cara ini, informasi yang diperoleh menjadi lebih sistematis dan relevan dengan tujuan pembelajaran.

Wawancara yang baik adalah wawancara yang mampu menggali informasi secara mendalam. Melalui interpretasi jawaban narasumber, siswa dapat memperoleh berbagai pengetahuan yang belum tentu ditemukan melalui metode pembelajaran lainnya.

Berdasarkan hasil kegiatan observasi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa term break merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memadukan observasi dan kegiatan berkarya secara praktis. Program ini terbukti mampu meningkatkan pengalaman belajar, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman siswa dan guru terhadap berbagai fenomena yang ditemui di lapangan.

Baca juga: Siswa Sekolah Bosowa Bina Insani dan Bosowa School Makassar Sukses Laksanakan  School Immersion Program di Australia

Secara umum, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik, mendorong inovasi dalam pembelajaran, serta menumbuhkan keberanian siswa dan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual.

Dengan demikian, manfaat utama kegiatan Term Break tidak hanya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun citra positif dan keunggulan sekolah di tengah masyarakat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *