Puisi  

Jika Tak Lagi Lara

jika tak lagi lara

Karya: Dea Affriyanti

Esok ku berdikari, selamanya… mungkin?
Mungkin esok, lelap bersimpuh tanpa lara.
Digerus oleh pengiris buah leci yang bergelombang rasa,
dan ratusan kilometer yang semakin membuat semuanya tak tersisa.

Esok kuadili sambil menyeringai benalu muda itu.
Parasnya elok, wajar saja… merekah di lahan penuh pengasuhan.
Jelas edelweis itu runyam di jajaran barisan huruf dan angka setiap harinya.
Memilih sunyi, tak menoleh karena labelnya sudah indah sedari lama.

Agenda dalam buku yang kubuat baku.
Waktu yang jelas tak bisa dijeda, masih kuusahakan meredam suara gemuruh di dada.
Langkah kaki yang terisak, membunuh gema dua insan yang semula saling percaya.

Tempo hari, edelweis sudah tak lagi lara.
Namun, efek distorsinya berhasil melumpuhkan binarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *