Milenianews.com, Jakarta – Ada sesuatu yang terasa ganjil ketika klub sebesar Tottenham Hotspur masuk pembahasan degradasi. Rasanya seperti melihat orang datang ke pesta pakai jas mahal, tapi ternyata dompetnya kosong dan harus pulang naik angkot.
Baca juga:Â Duel Raksasa Eropa Chelsea vs AC Milan Akan Guncang GBK
Tottenham bukan lagi sekadar tim yang gagal masuk empat besar. Mereka kini benar-benar sibuk menghitung jarak dengan zona degradasi sambil berharap nasib tidak semakin mempermalukan mereka di pekan terakhir.
Dan kekalahan 1-2 dari Chelsea (19/5) di Stamford Bridge hanya mempertegas betapa kacaunya musim Spurs kali ini.
Chelsea Menang, Spurs Makin Gelisah
Pertandingan pekan ke-37 Liga Inggris 2025/2026 itu awalnya berjalan cukup seimbang. Tottenham sempat mencoba tampil agresif dan berani menekan Chelsea sejak menit awal. Masalahnya, agresif tanpa arah kadang cuma terlihat seperti orang panik yang lupa tujuan hidup.
Chelsea kemudian memecah kebuntuan lewat gol Enzo Fernandez pada menit ke-18. Sepakan jarak jauhnya menghancurkan momentum Spurs sekaligus membuat Stamford Bridge kembali percaya diri. Setelah gol itu, pertandingan terasa berubah arah sepenuhnya.
Babak kedua menjadi panggung Chelsea untuk memperjelas siapa yang lebih siap secara mental.
Pada menit ke-66, Andrey Santos mencetak gol kedua The Blues lewat skema serangan rapi yang melibatkan Cole Palmer, Pedro Neto, dan Enzo Fernandez. Gol itu terasa seperti simbol perbedaan dua tim musim ini.
Gol Richarlison pada menit ke-74 memang sempat membangkitkan harapan Spurs. Kombinasi Mathys Tel, Pedro Porro, dan Pape Matar Sarr akhirnya memberi jalan bagi striker Brasil itu untuk memperkecil ketertinggalan.
Sayangnya, harapan saja tidak cukup menyelamatkan musim yang sudah telanjur berantakan.
Dari Kandidat Eropa Jadi Peserta Lomba Bertahan Hidup
Kekalahan ini membuat Tottenham tertahan di peringkat ke-16 dengan 38 poin dari 37 pertandingan. Yang lebih menyakitkan, mereka hanya berjarak dua poin dari West Ham United di batas zona degradasi.
Dan kalimat “Tottenham masih terancam degradasi” terdengar seperti lelucon absurd beberapa tahun lalu. Namun musim ini, kenyataan memang sering terasa lebih satir dibanding meme internet.
Roberto De Zerbi datang dengan ekspektasi tinggi, filosofi menyerang, dan harapan baru. Tetapi Premier League tidak memberi hadiah untuk ide bagus tanpa hasil nyata.
Kini Spurs harus menjalani laga terakhir melawan Everton sambil menengok hasil West Ham kontra Leeds United.
Baca juga:Â London Utara Memerah: Arsenal Mengamuk, Spurs Jadi Korban di Rumah Sendiri
Yang paling menarik dari Tottenham musim ini bukan cuma soal hasil buruk. Tapi bagaimana klub sebesar mereka perlahan terlihat kehilangan identitas.
Mereka punya stadion megah. Punya fasilitas modern. Punya pemain dengan harga fantastis. Namun semua itu terasa percuma ketika tim bermain seperti orang yang lupa arah pulang.
Chelsea mungkin belum sepenuhnya pulih dari musim kacau mereka. Tetapi malam itu, The Blues setidaknya masih terlihat seperti klub yang tahu cara bertahan dalam tekanan.
Sementara Tottenham? Mereka kini tinggal satu pertandingan lagi dari kemungkinan menjadi bahan olokan terbesar Premier League musim ini.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














