Final Panas di Maguwoharjo, PSS Sleman Kalah Dramatis dari Garudayaksa FC

Sumber Instagram @garudayaksafc.official

Milenianews.com, jakarta – Sepak bola memang punya bakat luar biasa membuat suporternya olahraga jantung. Belum sempat napas lega, jantung sudah diajak sprint lagi. Sabtu malam di Maguwoharjo jadi bukti terbaru bagaimana harapan bisa naik turun lebih liar daripada harga cabai di pasar. PSS Sleman yang nyaris mati dua kali, tiba-tiba hidup lagi di menit akhir, hanya untuk kemudian tumbang lewat adu penalti yang terasa seperti hukuman emosional berjamaah.

Final Championship atau Liga 2 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026), berakhir dengan skor 2-2 sebelum Garudayaksa menang 4-3 lewat adu penalti.

Baca juga: PSS Sleman Kembali ke Liga 1 Usai Jadi Juara Grup Championship

Jalannya Pertandingan

Sejak awal laga, PSS sebenarnya tampil agresif. Mereka menekan, menyerang, dan mencoba menguasai permainan. Tapi ada satu masalah klasik yang terlalu sering muncul di sepak bola Indonesia: terlalu semangat sampai lupa bertahan.

Gol pertama lahir pada menit ke-23 lewat Alfin Faiz Kelilaw setelah lini belakang PSS membuat kesalahan fatal. Ega Rizky sampai keluar terlalu jauh dari sarangnya, lalu gagal mengamankan bola. Situasi yang membuat pertahanan PSS terlihat seperti grup kerja tugas kuliah tanpa koordinasi.

VAR memutuskan penalti untuk Garudayaksa FC usai Christian Frydek dijatuhkan di kotak terlarang. Everton Nascimento yang sebelumnya gagal memanfaatkan peluang emas, kali ini tampil dingin mengeksekusi penalti pada menit ke-36. Skor 0-2.

Saat permainan PSS mulai frustrasi, Gustavo hadir seperti alarm darurat yang belum mau menyerah.

Gol pertamanya pada menit ke-61 membuat stadion kembali berdenyut. Kombinasi cepat yang dibangun Riko Simanjuntak dan Samuel akhirnya dituntaskan Gustavo dengan tenang. Skor berubah 1-2.

PSS menyerang habis-habisan. Garudayaksa bertahan mati-matian. Tempo pertandingan naik drastis, tensi makin panas, kartu kuning bertebaran seperti promo diskon akhir bulan. Lalu datang menit ke-92.

Kemelut di depan gawang Garudayaksa dimanfaatkan Gustavo untuk mencetak gol penyama kedudukan. Stadion Maguwoharjo meledak. Suporter berteriak seperti baru melihat mukjizat turun di tengah hujan. Skor 2-2. PSS memperpanjang nyawa.

Extra Time

Dua babak tambahan berjalan panas. Kedua tim sama-sama menyerang, sama-sama lelah, dan sama-sama terlihat takut membuat kesalahan fatal.

PSS punya beberapa peluang emas. Garudayaksa juga sempat mengancam. Tapi finishing kedua tim lebih sering berakhir seperti janji perbaikan sepak bola nasional: terlihat menjanjikan, hasilnya nihil. Hingga 120 menit selesai, skor tetap bertahan 2-2.

Adu Penalti, Panggung Paling Kejam dalam Sepak Bola

Adu penalti selalu punya satu aturan tak tertulis: selalu ada satu orang yang pulang membawa luka paling besar.

Dan malam itu, nama itu adalah Gustavo Tocantins. Setelah tampil heroik menyelamatkan PSS lewat dua golnya, Gustavo justru gagal mengeksekusi penalti terakhir. Tendangannya ditepis kiper Garudayaksa FC. Maguwoharjo yang sebelumnya bergemuruh langsung terdiam.

Garudayaksa FC resmi menang 4-3 dalam adu penalti dan memastikan diri menjadi juara Championship 2025/2026.

Baca juga: PSSI Sanksi Arema FC, Larang Main di Kandang Satu Musim

Final ini mungkin cuma pertandingan Liga 2. Tapi emosinya terasa seperti final hidup dan mati.

Ada kesalahan fatal, comeback dramatis, VAR kontroversial, hujan kartu kuning, sampai adu penalti yang menghancurkan mental.

Sepak bola Indonesia sekali lagi membuktikan bahwa kualitas dramanya kadang jauh melampaui sinetron prime time televisi.

Dan bagi suporter PSS Sleman, malam itu akan dikenang sebagai satu hal pertandingan yang membuat mereka percaya lagi… sebelum akhirnya patah hati beberapa menit kemudian.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *