Milenianews.com, Kediri– Dampak nyata program air bersih kembali dirasakan di Pondok Pesantren Assalafiy Al Khlas, Desa Kaliboto, Kediri. Sejak sumur bor BMH beroperasi, kualitas air yang sebelumnya keruh kini jauh lebih layak digunakan untuk ibadah dan kebutuhan harian.
Perubahan ini menjadi bukti bahwa intervensi sederhana dapat memberi efek besar. Lingkungan pesantren menjadi lebih nyaman, aktivitas santri lebih lancar, dan standar kebersihan meningkat. Manfaatnya juga meluas ke masyarakat sekitar.

Sebelumnya, air yang digunakan mengandung kapur sehingga keruh dan kurang nyaman. “Sekarang kami mendapatkan air yang lebih bersih dan layak,” ujar Ustadz Muhammad Agus Musa Al Maliki.
Baca Juga : Sumur Bor Ke-263 BMH di Kediri Tingkatkan Kesehatan, Kenyamanan Belajar, dan Kebahagiaan Santri
Program ini merupakan realisasi sumur bor ke-262 BMH di Jawa Timur, diresmikan pada 17 April 2026.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa penyediaan air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipastikan terpenuhi. “Fasilitas ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi santri dan warga,” jelasnya.

Konsistensi program seperti ini memperkuat kepercayaan publik dan pemerintah terhadap peran BMH. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran terbukti mampu menghadirkan solusi konkret.
Dari satu sumur bor, terlihat arah yang lebih besar. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, kualitas hidup meningkat. Pada saat yang sama, kepercayaan terhadap lembaga pengelola dana umat pun semakin kuat, karena dampaknya dapat dirasakan langsung dan berkelanjutan.













