Persib Bandung Bangkit dari Tertinggal, Tundukkan Bhayangkara FC 4-2

Milenianews.com – Ada yang aneh bagi pendukung tuan rumah di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4) malam itu. Bukan soal skor karena sepak bola memang penuh kejutan melainkan tentang betapa cepatnya sebuah pertandingan berubah dari “nyaris selesai” menjadi “tunggu dulu, ini belum apa-apa.”

Bhayangkara FC seolah sudah menulis naskah kemenangan di 30 menit pertama. Sementara Persib Bandung tampak seperti aktor yang lupa dialog agresif, tapi ceroboh. Persib kini kembali ke puncak klasemen dengan 69 poin, bersaing ketat dengan Borneo FC.

Baca juga: Tersungkur di Thailand, Misi Mustahil Persib Bandung Usai Dibekuk Ratchaburi 0-3

Babak Pertama: Ketika Agresivitas Jadi Bumerang

Persib memulai laga dengan intensitas tinggi menekan, menyerang, dan… membuka pintu belakang selebar-lebarnya. Hasilnya? Serangan balik Bhayangkara jadi seperti diskon besar: datang cepat, menyakitkan, dan sulit ditolak.

Menit ke-6, Henry Doumbia memanfaatkan celah itu dengan dingin. Gol pertama lahir, dan Persib mulai terlihat goyah. Bukannya belajar, lini belakang Maung Bandung justru kembali lengah.

Situasi makin runyam ketika Moussa Sidibe menggandakan keunggulan di menit ke-26. Skor 2-0, dan stadion seperti sudah siap menyudahi cerita lebih awal.

Persib bukannya tanpa peluang. Tapi setiap usaha terasa seperti mengetuk pintu yang dijaga rapat oleh Aqil Savik hingga akhirnya, menjelang turun minum, Andrew Jung memaksa satu celah lewat sundulan tajam.

Babak Kedua: Ketika Momentum Berubah Jadi Bencana (Bagi Tuan Rumah)

Kalau babak pertama adalah milik Bhayangkara, maka babak kedua adalah panggung penuh milik Persib tanpa kompromi.

Baru dua menit restart, Layvin Kurzawa mengirim umpan yang diselesaikan Berguinho. Skor 2-2. Dan sejak saat itu, arah pertandingan berubah drastis seperti skrip yang ditulis ulang di ruang ganti.

Persib bukan hanya menyamakan skor, mereka mulai mendominasi. Serangan datang bertubi-tubi, hingga akhirnya Beckham Putra mencetak gol yang sedikit “beruntung” defleksi yang membuat bola melambung aneh sebelum masuk ke gawang.

Dari situ, Bhayangkara seperti kehilangan pegangan. Mereka masih mencoba melawan, tapi ritme sudah bukan milik mereka lagi.

Gol penutup dari Adam Alis di menit ke-89 terasa seperti palu terakhir. Bukan hanya memastikan kemenangan 4-2, tapi juga menutup rapat harapan tuan rumah untuk bangkit.

Dua gol tambahan Bhayangkara di injury time? Ya, sempat ada lalu dibatalkan karena offside. Ironis, sekaligus simbol malam yang tak lagi berpihak pada mereka.

Baca juga: Persija Ditahan Borneo FC 2-2 di JIS, Gagal Pangkas Jarak dari Persib

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin untuk Persib. Ini adalah pelajaran klasik tentang bagaimana agresivitas tanpa kontrol bisa jadi bumerang, dan bagaimana momentum sekecil apa pun bisa berubah jadi gelombang besar.

Sementara bagi Bhayangkara, malam itu mungkin akan diingat sebagai satu hal sederhana: keunggulan 2-0 ternyata belum cukup aman di sepak bola terutama saat lawannya belum benar-benar menyerah.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *