Mata Akademisi, Milenianews.com – Literasi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data UNESCO yang kerap dikutip menunjukkan rendahnya minat baca masyarakat. Namun, persoalannya tidak berhenti di situ. Rendahnya literasi juga merambah ke aspek yang lebih praktis dan mendesak: literasi keuangan.
Di kalangan mahasiswa, masalah ini terasa nyata. Tidak sedikit yang kehabisan uang sebelum akhir bulan, kesulitan menabung, hingga tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ini bukan sekadar persoalan kebiasaan, tetapi cerminan dari lemahnya pemahaman dalam mengelola keuangan.
Padahal, di fase inilah mahasiswa mulai belajar hidup mandiri. Ironisnya, kemandirian itu sering tidak dibarengi dengan kesiapan finansial.
Baca juga: Saatnya Fintech Syariah Jadi Game Changer Inklusi Keuangan
Masalahnya bukan uang, tapi cara mengelola
Banyak mahasiswa beranggapan bahwa masalah keuangan hanya soal jumlah uang yang dimiliki. Semakin besar uang saku, semakin aman kondisi finansial. Padahal, realitas menunjukkan sebaliknya.
Tidak sedikit mahasiswa dengan uang saku cukup justru tetap mengalami kesulitan. Sementara yang terbatas, justru mampu bertahan dengan lebih disiplin. Ini menunjukkan bahwa inti persoalan bukan pada besar kecilnya pemasukan, melainkan pada cara mengelolanya.
Literasi keuangan pada dasarnya adalah kemampuan memahami, merencanakan, dan mengendalikan penggunaan uang. Tanpa itu, berapa pun jumlah uang yang dimiliki akan tetap terasa kurang.
Gaya hidup konsumtif yang dianggap normal
Tantangan terbesar mahasiswa hari ini bukan hanya kebutuhan hidup, tetapi juga tekanan gaya hidup. Media sosial, tren, dan lingkungan pergaulan sering kali mendorong pola konsumsi yang tidak rasional.
Ngopi, belanja impulsif, hingga mengikuti tren menjadi hal yang dianggap wajar. Masalahnya, semua itu sering kali tidak diiringi dengan kesadaran finansial.
Akibatnya, mahasiswa terjebak dalam siklus: uang datang, uang habis, lalu menunggu kiriman berikutnya.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pola yang sama akan terbawa hingga dunia kerja.
Literasi keuangan harus jadi keterampilan dasar
Di tengah kondisi tersebut, literasi keuangan seharusnya tidak lagi dianggap sebagai pengetahuan tambahan, tetapi sebagai keterampilan dasar.
Mahasiswa perlu mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti mencatat pengeluaran, membuat anggaran bulanan, dan menentukan skala prioritas. Hal-hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi justru menjadi fondasi utama dalam pengelolaan keuangan.
Menabung juga bukan soal sisa, tetapi soal kebiasaan. Jika menunggu “uang lebih”, kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi.
Teknologi: Solusi atau justru distraksi?
Kemajuan teknologi sebenarnya memberi kemudahan dalam mengelola keuangan. Aplikasi pencatatan keuangan, mobile banking, hingga fitur pengingat transaksi dapat membantu mahasiswa lebih terkontrol.
Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi pintu masuk perilaku konsumtif. Kemudahan transaksi justru membuat pengeluaran terasa “tidak terasa”.
Satu klik, uang keluar. Tanpa perencanaan, tanpa pertimbangan panjang.
Di sinilah literasi keuangan diuji. Apakah teknologi dimanfaatkan sebagai alat bantu, atau justru menjadi jebakan.
Baca juga: ZISWAF Belum Jadi Kekuatan Nyata dalam Mengatasi Ketimpangan Ekonomi
Saatnya mahasiswa lebih sadar finansial
Pada akhirnya, literasi keuangan bukan sekadar tentang mengatur uang, tetapi tentang membentuk pola pikir. Mahasiswa yang memiliki kesadaran finansial akan lebih siap menghadapi masa depan, baik dalam kondisi stabil maupun krisis.
Mengelola keuangan sejak masa kuliah bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang membangun fondasi kemandirian.
Karena pada akhirnya, bukan seberapa besar uang yang dimiliki yang menentukan, tetapi seberapa bijak seseorang menggunakannya.
Dan mungkin, pertanyaan yang perlu mulai diajukan bukan lagi “uangnya cukup atau tidak?”, tetapi “sudahkah kita cukup bijak mengelolanya?”
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













