News  

๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ด ๐—ฃ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ฒ ๐—š๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐—ถ-๐——๐—ฎ๐—ถ๐˜†๐—ฎ๐—ต ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ, ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐——๐—ฎ๐—ธ๐˜„๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Aceh menggelar kegiatan Pembinaan Dai-Daiyah se-Kabupaten Pidie Tahun 2025 yang digelar pada Selasa (9/9/2025) di Aula PLHUT Kemenag Pidie, Selasa (9/9/2025). (Foto: Dok Kemenag Pidie)

Milenianews.com, Sigliโ€“ย  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Aceh, ย kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran dai dan daiyah sebagai ujung tombak dakwah moderat melalui kegiatan Pembinaan Dai-Daiyah se-Kabupaten Pidie Tahun 2025 yang digelar pada Selasa (9/9/2025) di Aula PLHUT Kemenag Pidie.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari lintas ormas Islamย  dan komunitas dakwah se-Kabupaten Pidie. Hal itu ย mencerminkan adanya sinergi kuat antar-ormas Islam di Pidie.

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk. Isafuddin, MH, yang juga Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Pidie, menegaskan bahwa pembinaan ini sangat urgen untuk menjawab tantangan dakwah di era disrupsi. โ€œPeran dai dan daiyah harus semakin proaktif agar dakwah tidak hanya berhenti pada mimbar, tetapi menyentuh realitas sosial masyarakat,โ€ ujarnya dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Pidie, Samhudi, S.Si. Dalam arahannya, ia menitipkan pesan agar para dai mampu merancang langkah dakwah yang reliable, selaras dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga semangat moderasi beragama.

Peserta juga dibekali materi oleh Dr. Abdullah, Ar., dan Waled Jafar Tangse. Keduanya mempertegas kembali konsep utama dakwah sebagaimana dalam QS. An-Nahl ayat 125, yakni hikmah (menyampaikan pesan dengan kebijaksanaan dan pemahaman konteks), mauโ€˜izhah hasanah (nasihat yang lembut dan menyentuh hati), serta mujadalah (dialog dengan cara terbaik, penuh hormat, dan argumentatif).

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para dai dan daiyah yang tidak hanya mumpuni dalam retorika, tetapi juga adaptif menghadapi tantangan zaman, serta mampu menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil โ€˜alamin di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *