Milenianews.com, Lebak – Baitul Mal Hidayatullah (BMH) menyelenggarakan acara konferensi pers di Kampung Mualaf Baduy, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (10/6).
Sejumlah narasumber hadir juga pada acara tersebut. Diantaranya adalah Direktur Utama Lembaga Amil Zakat BMH, Supendi, Kadiv Program BMH, Mahmudin, Influencer Kang Maman Suherman, dan perwakilan Dai Tangguh BMH, Ustad Supriyanto.
Baca juga : Senyum Santri Tahfidz Sohibul Qur’an Terima Bantuan Beras dari BMH
Agenda pada kegiatan tersebut untuk menyampaikan program ‘Lumbung Ternak’ yang kali ini diresmikan di Kampung Mualaf Baduy di Desa Cibungur, Leuwidamar, Lebak, Banten.
Dengan mengangkat tema “Qurban 1444 H, Bukti Nyata Kebaikan”, acara diawali dengan pembacaan ayat suci alquran yang dilantunkan oleh warga mualaf setempat.
Lumbung Ternak hadir sebagai program pemberdayaan masyarakat
Dalam sambutannya, Mahmudin selaku Kadiv Program BMH mengatakan bahwa, Lumbung Ternak ini merupakan program pemberdayaan masyarakat pelosok yang salah satunya bertempat di Kampung Mualaf Baduy.
Tujuan dari program ini memang merupakan sebuah inovasi dalam pemberdayaan masyarakat agar bisa mendongkrak perekonomian, khususnya pada bidang peternakan.
“Ya memang Lumbung Ternak ini jadi program pemberdayaan masyarakat khususnya yang kita lihat ini sekarang untuk masyarakat dengan tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas kurban di BMH,” ujar Mahmudin.

Lumbung Ternak Kampung Mualaf Baduy ini sudah dibuat lengkap dengan kandang dan lahan rumput yang diperuntukan untuk pakan ternak. Program Lumbung Ternak ini ada bukan hanya di Kampung Baduy saja, tapi sudah ada di beberapa tempat.
“Lumbung Ternak ini bukan hanya disini saja, tapi ada di Jasinga, Gunung Kidul, dan juga di NTT”.
Selain itu Supriyanto selaku Dai Tangguh BMH mengatakan, wilayah Desa Cibungur memiliki potensi dalam pengembangan Lumbung Ternak. Dengan Lahan yang cukup luas untuk pemberdayaan, ini bisa jadi potensi besar untuk masyarakat setempat.
“Lahan luas bisa jadi berkah untuk masyarakat setempat, maka dari itu kita coba menanam rumput odot, dengan harapan bisa mendongkrak perekonomian. Awalnya juga saya tidak terlalu tertarik dengan ide Lumbung Ternak ini karena di Baduy sendiri ternak bukan jadi kerjaan. Tapi saya tertarik karena tim BMH menawarkan tanaman yang memang bisa tumbuhnya kenceng, jadi bisa buat pakan ternak,” ujar Supriyanto.
Baca Juga: Lulusan SMP dan SMA BM 400 Diharapkan Mampu Hadapi Tantangan di Masa Depan
Dalam prosesnya, Ustaz Supriyanto memulai dengan satu bibit yang bisa berkembang menjadi 10 tangkai. Ia mengakui bahwa dalam tempo 50 hari, rumput sudah bisa ditebang. Dalam lahan seluas kurang lebih 1000 meter itu bisa menghasilkan 3 ton yang cukup untuk makan 30 ekor domba dalam satu bulan.
Lumbung ternak ini tentunya akan terus dikembangkan oleh pengurus agar bisa bermanfaat bagi warga setempat yang tinggal di Kampung Mualaf Baduy.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.