Milenianews.com, Jakarta – Raya and The Last Dragon merupakan film animasi Disney pertama yang mengadaptasi nuansa daerah Asia Tenggara. Tim yang terlibat dalam pembuatan film ini melakukan banyak riset tentang kawasan Asia Tenggara. Untuk membuat film berlatar dunia fantasi tempat para naga tinggal.

Produser Osnat Shurer bekerja sama dengan tim yang sebelumnya telah sukses mengadaptasi nuansa daerah Oceania di film ‘Moana’ dalam riset tersebut.

ADOP

Baca Juga : The Willoughbys, Film Animasi Dengan Dark Story

Film ini berlatar belakang di dunia ajaib yang dengan sebutan Kumandra. Kumandra terbagi menjadi 5 wilayah yang terinspirasi dari bagian tubuh naga yaitu : Taring, Jantung/Hati, Cakar, Punggung, dan Ekor. Tiap wilayah memiliki topografi, arsitektur, dan individu yang terinspirasi dari negara-negara di Asia Tenggara.

Ornamen di Asia Tenggara akan tersedia dalam film Raya and The Last Dragon

Agar dapat mendapat nuansa Asia Tenggara yang pas, para seniman yang terlibat dalam film ini melakukan perjalanan ke negara-negara Asean. Mulai dari Kamboja, Laos, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam yang merupakan negara wilayah Asia Tenggara.

PH asal Amerika tersebut, bahkan mempelajari rupa penduduk, gaya bahasa, botani, seni tari, arsitektur dan seni beladiri khas wilayah yang dihapit Benua Asia dan Benua Australia tersebut.

Baca Juga : A Whisker Away, Film Animasi Penuh Makna

Salah satu contohnya adalah Pasar Malam di wilayah Cakar Kumandra. Tempat perbelanjaan tersebut terinspirasi dari Pasar Apung yang ada di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimatan Selatan.  Serta di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.(Ifan Rifani)

Sumber : IGN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here