Milenianews.com, Jakarta – Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh IDAQU Jakarta pada Sabtu (13/6/2026) menghadirkan Saepullah, MA.Hum sebagai narasumber pada sesi pelatihan penulisan ilmiah. Kegiatan yang dimoderatori oleh Abdul Qodir, MA.Hum tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dalam diskusi mengenai dasar-dasar penelitian dan penulisan akademik.
Dalam pemaparannya, Saepullah mengawali materi dengan mengajukan pertanyaan reflektif kepada peserta, yaitu “Mengapa Anda kuliah? Apa buktinya?”
Pertanyaan tersebut dijadikan sebagai pintu masuk untuk mengajak mahasiswa memahami bahwa proses perkuliahan tidak hanya berorientasi pada memperoleh gelar akademik, tetapi juga membangun kapasitas intelektual yang dapat dibuktikan melalui karya dan kontribusi ilmiah.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan mahasiswa adalah kemampuannya dalam membaca, menganalisis, dan menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan yang sistematis. Oleh karena itu, keterampilan menulis harus dilatih sejak awal masa perkuliahan agar menjadi budaya akademik yang kuat.
“Seseorang pernah dianggap kuliah jika dia memiliki ijazah, tapi mahasiswa yang berpikir adalah mahasiswa yang memiliki karya ilmiah,” ujarnya.


Tiga Unsur
Pada sesi inti, Saepullah menjelaskan komponen penting yang harus dipahami sebelum memulai penelitian maupun penulisan artikel ilmiah, yaitu tema, teori, dan objek atau subjek penelitian. Ketiga unsur tersebut harus memiliki keterkaitan yang jelas agar penelitian memiliki arah dan fokus yang terukur.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan tiga landasan filsafat ilmu yang menjadi dasar dalam penelitian akademik, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan apa yang diteliti, epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, sedangkan aksiologi menjelaskan manfaat dan nilai dari penelitian yang dilakukan. “Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut penting untuk membantu mahasiswa membangun kerangka berpikir ilmiah yang lebih matang,” ujar Saepullah.
Tidak hanya membahas teori penelitian, Saepullah juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya menentukan angle atau sudut pandang penulisan. Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki topik yang menarik, tetapi kesulitan mengembangkannya karena belum menemukan fokus pembahasan yang spesifik.
“Angle penulisan merupakan lensa yang digunakan penulis untuk melihat sebuah persoalan. Dengan angle yang tepat, tulisan akan menjadi lebih tajam, terarah, dan relevan dengan kebutuhan pembaca,” jelasnya di hadapan peserta workshop.


Melalui berbagai contoh yang disampaikan, peserta diajak memahami bagaimana satu tema dapat dikembangkan menjadi berbagai tulisan dengan sudut pandang yang berbeda. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menemukan ide penelitian maupun artikel yang lebih orisinal dan memiliki nilai akademik.
Baca Juga : Dosen Pelaksana IDAQU Jakarta Dorong Mahasiswa Tingkatkan Budaya Menulis Ilmiah Melalui Workshop Akademik
Sesi yang dipandu oleh Abdul Qodir, M.A.Hum berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai cara menentukan topik penelitian, memilih teori yang sesuai, serta menyusun fokus kajian yang lebih spesifik. Diskusi yang aktif menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan menulis dan melakukan penelitian ilmiah.
Melalui workshop ini, mahasiswa IDAQU Jakarta diharapkan mampu memahami dasar-dasar penelitian akademik, memiliki kemampuan menentukan tema dan fokus penulisan secara tepat, serta lebih siap dalam menyusun artikel ilmiah, proposal penelitian, maupun karya akademik lainnya yang berkualitas.













