Menristek Dorong Perguruan Tinggi Buka “Prodi Kekinian”

Menristekdikti saat menjadi narasumber Simposium Nasional Kebangsaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Jakarta

Milenianews.com, Jakarta – “Pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran untuk menciptkan perekonomian yang lebih produkti dan kompetitif, guna meningkatkan kemandirian bangsa,” ujar  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Hal ini disampaikan saat Menristekdikti saat menjadi narasumber Simposium Nasional Kebangsaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (SNU) di Jakarta.

Revitalisasi dan PJJ

Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia, Kemenristekdikti telah mengeluarkan berbagai kebijakan disesuaikan kondisi tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni revolusi industri 4.0.

Revitalisasi pendidikan vokasi menjadi upaya kemenristekdikti menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus. Lulusan pendidikan vokasi akan dibekali sertifikasi keahlian sehingga dapat diterima bekerja sesuai standar industri.

Baca juga: 5 Fakta Dibentuknya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi

Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PJJ) juga merupakan salah satu terobosan guna meningkatkan akses pendidikan tinggi di negara kepulauan terbesar di dunia ini.

Kehadiran PJJ diharapkan dapat menjadi upaya bagi pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga pendidikan bermutu tidak hanya terkonsentrasi di pulau Jawa atau kota-kota besar, namun juga dapat dinikmati masyarakat di daerah kepulauan atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)

Prodi Kekinian

selain itu, Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membuka program studi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan revolusi industri 4.0. Program studi kekinian sangat dibutuhkan karena lulusannya sangat dinantikan dan dibutuhkan dunia industri 4.0.

Peningkatan jumlah tenaga kerja dengan keahlian khusus dan semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi yang diserap dunia industri dapat meningkatkan indeks angkatan kerja Indonesia di tingkat global.

Baca juga: Kemenag Promosikan PTKIN sebagai Pilihan Melanjutkan Pendidikan Tinggi 

Menteri Nasir menegaskan bahwa pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Masalah Pengangguran

Setiap kebijakan yang dilahirkan di bidang pendidikan tinggi saat ini akan memiliki pengaruh besar bagi kemajuan bangsa di masa akan datang.

“Setiap negara menghadapi masalah pengangguran, namun yang menjadi perhatian kita adalah upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan angka pengangguran melalui berbagai kebijakan,” ujar Kemenristek.

Pada kesempatan tersebut turut hadir mendampingi Menristekdikti Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa, serta undangan lainnya.(AFR)

Sumber: edukasi.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *