Event, News  

Mahasiswa LSPR Gelar Kampanye DisLabel Dorong Inklusi Disabilitas di Jakarta

Kampanye DisLabel

Milenianews.com, Jakarta – Mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business menggelar kampanye sosial “DisLabel: Stories Beyond Labels” di Ice Palace Concert Hall, Lotte Mall Jakarta, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/7). Kegiatan ini bertujuan menghapus stigma negatif sekaligus membuka ruang inklusi bagi penyandang disabilitas di masyarakat.

Dalam menyelenggarakan kegiatan bertema “Menuju Ruang Tanpa Batas” ini, mahasiswa kelas MKTC27-1SP LSPR berkolaborasi dengan Rumah Sahabat Inklusi (RSI). Rangkaian acara diisi dengan beragam aktivitas interaktif, mulai dari gelar wicara (talkshow), pameran seni, pertunjukan musik, peragaan busana, hingga lokakarya bahasa isyarat.

Baca juga: Perahu Kite Jadi Jangkar Asa, Mahasiswa LSPR dan Warga Marunda Bergerak Bersama Jaga Lingkungan

Penampilan seni dan pertunjukan busana dipersembahkan langsung oleh para difabel untuk menunjukkan potensi serta karya mereka. Melalui interaksi langsung ini, ruang dialog diharapkan terbuka lebih luas agar masyarakat semakin memahami pentingnya kesetaraan hak dan aksesibilitas.

Sesi diskusi utama menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Aktivis Disabilitas Sekar Ajeng, Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial periode 2019-2024 Angkie Yudistia, serta Pembina Rumah Sahabat Inklusi Teuku Jordan Zacky Azwar. Para pembicara membagikan pandangan serta pengalaman dalam membangun lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Kampanye DisLabel

Ketua Pelaksana DisLabel, Maritzki Aleeva Cesario Putra, menyampaikan bahwa acara ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan yang nyata. Menurutnya, kesetaraan dapat terwujud jika masyarakat bersedia memberikan ruang tumbuh yang adil bagi semua pihak.

“DisLabel bukan sekadar sebuah acara, melainkan langkah nyata menciptakan ruang inklusif. Di sini, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan memberikan dampak,” ujar Maritzki dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (31/7).

Baca juga: Mahasiswa LSPR Gelar Kampanye Edukasi Batasan Tubuh Anak di Jatinegara “Berani Lindungi”

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Rumah Sahabat Inklusi, Teuku Jordan Zacky Azwar, menekankan pentingnya mengubah sudut pandang terhadap penyandang disabilitas. Ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada potensi yang mereka miliki daripada keterbatasannya.

“Inklusi dimulai ketika kita berhenti memberi label dan mulai saling memahami. Kita perlu memberikan ruang agar mereka dapat lebih terlihat dan terus menginspirasi banyak orang,” kata Jordan.

Melalui kolaborasi ini, gerakan DisLabel diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memangkas hambatan sosial bagi kelompok difabel. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan awal menuju terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih ramah, adil, dan inklusif bagi seluruh lapisan warga.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *