Milenianews.com, Jakarta – Di balik keseruan bermain gim, sistem gacha menyimpan fenomena yang menarik untuk diteliti. Mekanisme yang menawarkan hadiah secara acak ini dapat memengaruhi emosi dan keputusan pemain.
Fenomena tersebut menjadi perhatian lima mahasiswa Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri (UNM). Melalui penelitian berbasis machine learning, mereka mencoba melihat hubungan antara sistem gacha, emosi, dan perilaku pemain gim.
Tim yang menamakan diri Tim Hitam tersebut terdiri dari Andriyan Maulana, Muhammad Guntur Ilham, Fahri Santoso, Rizky Ardianto, dan Rofi Ahnaf Fahrezi.
Penelitian itu berjudul “Analisa Pengaruh Sistem Gacha terhadap Emosi dan Pengambilan Keputusan Pemain Game Menggunakan Pendekatan Hybrid Support Vector Machine dan Random Forest.”
Berawal dari Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Riset tersebut lahir dari mata kuliah Metodologi Penelitian. Para mahasiswa menggunakan pendekatan mixed method dengan mengolah data survei dari pemain gim aktif.
Dataset penelitian menggabungkan skor kuesioner Likert dengan respons teks bebas. Tim kemudian menggunakan beberapa metode untuk mengolah dan menganalisis data.
Model IndoBERT mereka gunakan untuk mengklasifikasikan emosi. Sementara itu, algoritma Random Forest dan pendekatan hybrid SVM-Random Forest mereka gunakan untuk memprediksi perilaku pemain.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kelangkaan hadiah gacha dan peningkatan arousal emosional. Nilai korelasi yang diperoleh mencapai r=0,329.
Peningkatan emosi tersebut juga berkaitan dengan pola pengambilan keputusan tertentu. Penelitian mencatat hubungan dengan perilaku seperti impulsive top-up dan loss chasing dengan nilai korelasi r=0,423.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini Strategi Sukses Kuliah di Era Digital dari UNM
Random Forest Capai Akurasi 86,79 Persen
Temuan menarik juga muncul dalam proses pemodelan perilaku pemain. Algoritma Random Forest mencapai akurasi 86,79 persen dalam klasifikasi keputusan top-up.
Sementara itu, pendekatan Hybrid SVM-Random Forest menghasilkan akurasi 69,81 persen dalam mengklasifikasikan tingkat adiktivitas berdasarkan karakteristik data penelitian.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana teknologi machine learning dapat membantu mahasiswa menganalisis perilaku pengguna dalam ekosistem digital.
Riset ini juga memperlihatkan bahwa kemampuan teknis di bidang Informatika dapat digunakan untuk mengkaji persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Belajar Memahami Dampak Teknologi
Ketua Program Studi Informatika (S1) UNM, Arfhan Prasetyo, mengapresiasi penelitian yang dilakukan Tim Hitam. Menurutnya, riset tersebut menunjukkan penerapan kompetensi Informatika dalam mengkaji fenomena digital.
“Luaran mata kuliah Metodologi Penelitian bukan sekadar tugas akademik. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Informatika mampu merancang penelitian secara terstruktur, mengolah data, menerapkan machine learning, sekaligus melihat dampak sosial dari perkembangan teknologi,” jelas Arfhan.
Ia menilai mahasiswa perlu memahami dampak teknologi, bukan hanya menguasai cara menggunakannya. Pengalaman penelitian dapat membantu mahasiswa melihat persoalan teknologi dari sisi teknis sekaligus sosial.
“Kami mengapresiasi Tim Hitam yang mampu memadukan kompetensi teknis dengan perhatian terhadap penggunaan teknologi digital yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Menurut Arfhan, penelitian tersebut juga dapat menjadi bahan akademik untuk memahami perilaku pengguna terhadap mekanisme gacha.
“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan akademik untuk memahami perilaku pengguna terhadap mekanisme gacha, sekaligus mendorong pengembangan sistem monetisasi gim yang lebih transparan dan bertanggung jawab,” katanya.
Riset Mahasiswa untuk Menjawab Fenomena Digital
Bagi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, penelitian mahasiswa menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Kampus mendorong mahasiswa menghubungkan kompetensi teknologi dengan persoalan yang berkembang di masyarakat dan industri digital.
Penelitian Tim Hitam menjadi salah satu contoh bagaimana tugas akademik dapat berkembang menjadi kajian terhadap fenomena teknologi yang sedang terjadi.
Dari sistem gacha hingga machine learning, mahasiswa tidak hanya belajar mengolah data. Mereka juga belajar memahami bagaimana teknologi dapat memengaruhi perilaku manusia.
Riset tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dunia Informatika memiliki ruang yang luas untuk mengkaji berbagai persoalan digital. Teknologi dapat menjadi alat untuk memahami fenomena, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang lebih bertanggung jawab.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami teknologi, Informatika, dan perkembangan dunia digital, informasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri tersedia melalui PMB Universitas Nusa Mandiri. Informasi resmi kampus juga dapat diakses melalui Universitas Nusa Mandiri.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













