Mengenal Jurusan Ilmu Komunikasi

Milenianews.com Ilmu Komunikasi bukan hanya disiplin ilmu yang mempelajari siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan. Banyak sekali salah prasangka terhadap Ilmu Komunikasi yang hanya mempelajari cara berbicara atau Public Speaking. Tidak hanya mempelajari dua aspek tersebut, Ilmu Komunikasi juga mempelajari dari berbagai aspek dalam sebuah Komunikasi. 

Melansir dari Quipper Campus Ilmu Komunikasi adalah bidang ilmu yang mempelajari cara menyampaikan pesan secara efektif. Pada pembelajaran Ilmu Komunikasi akan mempelajari bagaimana suatu “Pesan” tersampaikan secara baik dan audiens memahami pesannya secara baik juga. Perspektif pembelajaran komunikasi terbagi menjadi beberapa kacamata.

Baca juga: Bebal Komunikasi: Ketika Pikiran Menolak Diajak Berbicara

Perspektif Apa yang Ada Dalam Ilmu Komunikasi?

Dalam Model Komunikasi Shannon-Weaver dijelaskan bagaimana komunikasi yang transaksional atau resiprokal itu berlangsung. Dalam model ini terdapat beberapa aspek yang menjadi bahan pembelajaran dan yang juga akan berpengaruh pada efektivitas komunikasi.

Model Komunikasi Shannon-Weaver. Sumber: communicationtheory.org

1. Komunikator/Sender

Komunikator atau sender adalah pihak yang memiliki informasi, gagasan, atau pesan untuk menyampaikan kepada komunikan. Sederhananya, komunikator adalah orang yang memulai proses komunikasi.

Komunikator pada situasi tertentu juga dapat berupa organisasi, perusahaan, pemerintah, media massa, maupun kelompok masyarakat. Misalnya, ketika sebuah perusahaan membuat iklan untuk memperkenalkan produknya, perusahaan tersebut berperan sebagai komunikator.

2. Encoding

Encoding adalah proses ketika komunikator mengubah gagasan atau pikiran menjadi bentuk pesan untuk menyampaikannya kepada orang lain. Bentuknya dapat berupa kata-kata, tulisan, gambar, simbol, gestur, suara, maupun kombinasi dari berbagai bentuk tersebut.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin mengatakan bahwa ia sedang merasa sedih, ia dapat melakukan encoding dengan mengatakan, “Saya sedang sedih,” mengirimkan pesan melalui sosial media, atau bahkan menunjukkan ekspresi wajah tertentu.

3. Media/Channel

Setelah pesan dibentuk, pesan tersebut membutuhkan media atau channel untuk sampai kepada penerima. Seorang komunikator menggunakan channel untuk menyampaikan pesannya kepada komunikan.

Media komunikasi dapat bermacam-macam, tergantung pada situasi. Percakapan langsung menggunakan suara sebagai saluran utama, sedangkan komunikasi melalui WhatsApp menggunakan jaringan internet dan perangkat digital sebagai bagian dari saluran penyampaian pesan. Dalam komunikasi massa, televisi, radio, surat kabar, dan media sosial juga dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi.

Pemilihan channel sangat berpengaruh kepada bagaimana komunikan mengerti apa yang komunikator sampaikan. Pesan yang penyampaiannya secara langsung memungkinkan komunikator dan komunikan melihat ekspresi serta bahasa tubuh satu sama lain. Sementara itu, komunikasi melalui teks memiliki keterbatasan karena ekspresi dan intonasi tidak selalu dapat terlihat secara langsung.

4. Decode/Decoding

Setelah pesan tersampaikan melalui channel, komunikan akan melakukan proses decoding. Decoding adalah proses ketika komunikan menerjemahkan atau menafsirkan pesan yang komunikator sudah sampaikan, agar dapat memahami maknanya.

Misalnya, seseorang menerima pesan “Aku baik-baik saja.” Secara bahasa, pesan tersebut menunjukkan bahwa pengirim dalam keadaan baik. Namun, jika pesan tersebut dikirim dengan konteks tertentu atau setelah terjadi masalah, penerima mungkin menafsirkan maknanya secara berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa saat komunikan menerima pesan, belum tentu selalu memiliki makna yang sama dengan maksud awal komunikator. Latar belakang, pengalaman, pengetahuan, dan situasi penerima dapat memengaruhi proses decoding.

5. Komunikan/Receiver

Komunikan atau receiver adalah pihak yang menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan dapat berupa individu maupun kelompok.

Dalam proses komunikasi, komunikan bukan sekadar “penerima pesan”. Ia juga memiliki peran penting dalam memberikan makna terhadap pesan yang diterimanya melalui proses decoding. Keberhasilan komunikasi tidak hanya bergantung pada seberapa baik komunikator menyampaikan pesan, tetapi juga pada bagaimana komunikan memahami pesan tersebut.

6. Noise

Salah satu unsur yang tidak kalah penting dalam proses komunikasi adalah noise atau gangguan. Noise merupakan berbagai hal yang dapat menghambat atau mengganggu proses penyampaian dan pemahaman pesan.

Noise tidak selalu berupa suara berisik. Dalam komunikasi, gangguan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya, suara kendaraan yang membuat seseorang sulit mendengar pembicaraan merupakan gangguan fisik. Sementara itu, penggunaan istilah yang terlalu sulit, perbedaan bahasa, atau pesan yang ambigu dapat menjadi gangguan yang membuat penerima salah memahami pesan.

Baca juga: Teori Komunikasi Kontekstual Menurut Deddy Mulyana

Belajar Ilmu Komunikasi di Kampus

Kalau kamu ingin masuk dan belajar Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi, salah satu kampus pilihannya adalah Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Kampus UAI, yang terletak di Jakarta Selatan ini, terdapat Program Studi Ilmu Komunikasi yang sudah terakreditasi Baik Sekali. Program Studi Ilmu Komunikasi di kampus Al-Azhar Indonesia memiliki 3 peminatan. Diantaranya:

1. Media, Jurnalistik, dan Broadcasting

Peminatan ini mempelajari bagaimana memproduksi, mengemas, dan menyampaikannya melalui berbagai media, seperti televisi, radio, media daring, hingga platform digital. Dalam bidang jurnalistik, mahasiswa belajar mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi secara akurat dengan memperhatikan etika jurnalistik. Sementara itu, broadcasting berfokus pada proses produksi konten audio maupun visual untuk disampaikan kepada khalayak.

2. Public Relations

Public Relations berfokus pada bagaimana organisasi membangun hubungan baik dengan publiknya. Peminatan ini mempelajari strategi komunikasi untuk membangun citra, mengelola reputasi, menjalin hubungan dengan media, serta menangani komunikasi dalam berbagai situasi, termasuk krisis.

3. Advertising

Advertising mempelajari bagaimana menggunakan komunikasi untuk menyampaikan pesan persuasif melalui iklan. Peminatan ini berfokus pada proses kreatif dalam membuat pesan yang menarik, memahami perilaku audiens, serta menentukan strategi komunikasi yang tepat untuk mempengaruhi konsumen.

Ketiga peminatan tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu memahami bagaimana menggunakan komunikasi secara efektif untuk menyampaikan pesan dan membangun hubungan dengan masyarakat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

 Referensi: 

  1. https://campus.quipper.com/majors/id-ilmu-komunikasi 
  2. https://www.communicationtheory.org/shannon-and-weaver-model-of-communication [buka]
  3. https://unsplash.com/photos/three-people-sitting-in-front-of-table-laughing-together-g1Kr4Ozfoac [buka]
  4. https://penerimaan.uai.ac.id/home/index#news 
  5. https://uai.ac.id/fisip/komunikasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *