Timnas Indonesia Pesta Gol ke Gawang Kamboja, Baker Ukir Hat-trick di Debutnya

Milenianews.com, Bogor – Siapa sangka, pahlawan pertama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 bukanlah nama yang paling sering diperbincangkan sebelumnya. Mitchell Baker datang sebagai debutan, tetapi pulang sebagai bintang. Dalam waktu 90 menit, ia mengubah laga pembuka melawan Kamboja menjadi panggung perkenalan yang nyaris sempurna.

Itulah yang dilakukan Mitchell Baker saat Timnas Indonesia membuka perjalanan di ASEAN Championship 2026. Di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7), Garuda membantai Kamboja dengan skor telak 5-1. Malam itu bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan pertunjukan bagaimana seorang debutan langsung mencuri seluruh sorotan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-19 Menang atas Vietnam, Nova Arianto Fokus Tatap Semifinal

Gol Cepat yang Mengubah Segalanya

Indonesia tak memberi kesempatan Kamboja untuk bernapas. Baru lima menit laga berjalan, Baker menyambut tendangan bebas Thom Haye dengan sundulan tajam yang mengoyak gawang lawan.

Belum sempat Kamboja menata permainan, Baker kembali menghukum mereka pada menit ke-14. Kali ini, Eliano Reijnders mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan tenang oleh pemain debutan tersebut.

Unggul dua gol membuat permainan Indonesia semakin lepas. Thom Haye kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pengatur ritme. Umpan akuratnya diselesaikan Sandy Walsh pada menit ke-23 untuk membawa Garuda menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Sementara Kamboja hanya bisa mengejar bayang-bayang bola yang lebih sering dikuasai tuan rumah.

Jika Baker menjadi algojo, maka Thom Haye adalah sutradaranya. Gelandang berpengalaman itu mencatat tiga assist sepanjang pertandingan. Hampir setiap serangan berbahaya Indonesia lahir dari visinya membaca ruang dan ketepatan umpannya.

Tak berlebihan jika menyebut Haye sebagai mesin yang membuat lini serang Garuda bekerja lebih halus. Ketika lawan sibuk menutup satu jalur, ia sudah membuka jalan lain.

Kamboja Sempat Membalas, Indonesia Tetap Menggila

Awal babak kedua sempat memberi secercah harapan bagi Kamboja. Sokmeng Chea memperkecil kedudukan pada menit ke-47 setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Bola yang sempat ditepis Nadeo Argawinata tetap melewati garis gawang. Namun, gol itu lebih menyerupai jeda singkat daripada awal kebangkitan.

Delapan menit kemudian, Baker melengkapi hat-trick usai kembali menerima umpan matang dari Thom Haye. Stadion Pakansari bergemuruh, sementara pertahanan Kamboja tampak semakin kehilangan arah.

Baca juga: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Menang Tipis atas Mozambik

Menjelang laga usai, Jens Raven menutup pesta lewat gol pada menit ke-85 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Indonesia bahkan sempat mencetak satu gol tambahan yang dianulir wasit.

Awal Manis, Ujian Sesungguhnya Masih Menanti

Kemenangan 5-1 menjadi modal sempurna bagi skuad asuhan John Herdman untuk memulai persaingan di Grup A ASEAN Championship 2026. Dominasi permainan, kombinasi lini tengah yang hidup, hingga ketajaman lini depan menjadi sinyal positif bahwa Garuda datang bukan sekadar meramaikan turnamen.

Namun, sepak bola selalu punya cara mengingatkan bahwa satu kemenangan besar tidak otomatis menjamin akhir yang indah.

Malam ini Indonesia memang berpesta, Baker menjadi pahlawan baru, dan Thom Haye menunjukkan kelasnya sebagai pengatur permainan. Tetapi turnamen belum selesai. Sebab di sepak bola Asia Tenggara, tepuk tangan hari ini bisa berubah menjadi kritik besok jika konsistensi ikut meninggalkan lapangan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *