Milenianews.com, Jakarta – Ada kalanya sepak bola terasa seperti ujian yang soalnya sudah dibaca berkali-kali, tetapi jawabannya tetap saja salah. Timnas Indonesia kembali merasakan pengalaman itu di Piala AFF 2026. Sudah mengumpulkan tujuh poin, sudah berjuang sampai laga terakhir, tetapi tiket semifinal tetap melayang begitu saja.
Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A. Hasil tersebut membuat skuad Garuda finis di posisi ketiga, di bawah Singapura dan Vietnam.
Baca juga:Â Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Menang Tipis atas Mozambik
Harapan Sempat Menyala
Indonesia sebenarnya sempat membuat pendukung kembali berharap. Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada awal babak kedua dan membawa Garuda unggul.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Sembilan menit kemudian, insiden antara Rizky Ridho dan Cahya Supriadi membuat bola liar di kotak penalti Indonesia. Ilhan Fandi memanfaatkannya untuk menyamakan kedudukan.
Skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir. Harapan lolos pun ikut berhenti di sana.
Rizky Ridho meminta maaf kepada suporter setelah pertandingan. Ia mengakui seluruh pemain sudah berusaha, tetapi hasil akhirnya tetap jauh dari harapan.
Lagi-Lagi Gagal di Fase Grup
Kegagalan ini menambah catatan panjang Indonesia di Piala AFF. Skuad Garuda kini tercatat enam kali gagal melewati fase grup sepanjang keikutsertaannya di turnamen yang dahulu bernama Piala Tiger tersebut.
Vietnam keluar sebagai juara Grup A dengan 10 poin, sedangkan Singapura menjadi runner-up dengan delapan poin. Indonesia harus puas di posisi ketiga dengan tujuh poin.
Angka tujuh mungkin terlihat cukup bagus di atas kertas. Sayangnya, sepak bola tidak mengenal sistem “sudah lumayan, silakan lanjut”. Tiket semifinal tetap hanya diberikan kepada mereka yang finis di posisi yang tepat.
Baca juga:Â Timnas Indonesia Putri Kalahkan Singapura 2-0, Lolos ke Final Piala AFF Wanita 2026
Indonesia kini harus segera mengalihkan perhatian ke FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Kali ini, Garuda akan bermain di rumah sendiri.
Rizky Ridho berharap evaluasi besar dilakukan sebelum turnamen berikutnya. Dukungan suporter, menurutnya, tetap menjadi energi penting bagi tim.
Kegagalan di Piala AFF 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai permintaan maaf setelah pertandingan. Sebab, meminta maaf memang mudah. Yang jauh lebih sulit adalah memastikan suporter tidak perlu mendengar kalimat yang sama pada turnamen berikutnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













