PSIM Akhiri Puasa Kemenangan usai Bungkam Malut United 2-0

Sumber Instagram @psimjogja_official

Milenianews.com, Jakarta – Delapan pertandingan tanpa kemenangan bukan statistik biasa. Itu sudah level ujian kesabaran spiritual. Tapi ketika tekanan mulai terasa makin berat dan omelan suporter mulai lebih tajam dari komentar netizen sepak bola, PSIM akhirnya menemukan satu hal yang sudah lama hilang yaitu kemenangan.

Dan menariknya, kemenangan itu datang dengan cara yang sangat “PSIM” tegang, alot, penuh drama, tapi akhirnya bikin lega. Di Stadion Sultan Agung Bantul (10/5) Malam.

Baca juga: Jelang Derby Mataram: PSIM Jogja Siap Hadapi Persis Solo di Stadion Manahan

PSIM Menyerang, Malut United Melawan (Jalannya Pertandingan)

Sejak awal pertandingan, PSIM Yogyakarta tampil cukup agresif. Mereka mencoba mengambil inisiatif serangan, menguasai bola, dan mendorong permainan lebih cepat.

Namun Malut United juga bukan tamu yang datang hanya untuk numpang lewat. Tim tamu beberapa kali memberi ancaman serius ke lini pertahanan PSIM.

Pertandingan berjalan terbuka. Jual beli serangan terjadi hampir sepanjang babak pertama. Tapi seperti banyak laga Liga Indonesia lainnya, penyelesaian akhir kedua tim lebih sering membuat penonton geleng kepala ketimbang berdiri tepuk tangan.

Ketika banyak penonton mungkin sudah bersiap mengambil teh hangat atau kopi sebelum jeda babak pertama, pertandingan justru memunculkan momen paling menentukan.

Wasit menunjuk titik putih pada menit 45+12 setelah Angelo melakukan handball di kotak penalti. Bukan cuma penalti, pemain Malut United itu juga langsung diganjar kartu merah.

Satu keputusan yang langsung mengubah arah pertandingan. Ze Valente maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menjebol gawang lawan.

Gol. Skor berubah 1-0 untuk PSIM.

Unggul jumlah pemain seharusnya membuat segalanya lebih mudah bagi PSIM. Tapi seperti yang sudah sering terjadi di sepak bola Indonesia, unggul pemain tidak otomatis membuat hidup tenang.

Babak kedua justru berjalan cukup alot.

Baca Juga: PSIM Yogyakarta Tahan Imbang Bali United 3-3 usai Tertinggal Tiga Gol di Bantul

PSIM memang mendominasi penguasaan bola, tetapi mereka masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Tempo pertandingan sempat menurun, dan serangan-serangan PSIM beberapa kali mentok di penyelesaian akhir yang kurang rapi.

Peluang emas sempat datang lewat Yusaku Yamadera yang mengirim umpan matang kepada Franco Ramos pada menit ke-61. Namun sundulan Franco malah melambung.

Di tengah tekanan Malut United yang tetap mencoba menyerang meski bermain dengan 10 orang, Cahya Supriadi tampil cukup solid di bawah mistar.

Salah satu penyelamatan penting datang saat ia mengantisipasi tembakan keras Ciro Alves dari luar kotak penalti pada menit ke-68.

Dan ketika pertandingan mulai memasuki fase paling rawan, PSIM akhirnya memastikan kemenangan. Menit 90+5, Andy Irfan memanfaatkan umpan terobosan M Iqbal dan mencetak gol kedua.

Gol itu bukan sekadar pengunci kemenangan 2-0.

Kemenangan yang Terasa Lebih Besar dari Tiga Poin

Hasil ini memang hanya membawa PSIM Yogyakarta bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 42 poin. Belum cukup untuk membuat mereka tiba-tiba jadi kandidat juara.

Tapi setelah delapan laga tanpa kemenangan, tiga poin ini terasa jauh lebih penting dari sekadar angka di klasemen.

Karena kadang dalam sepak bola, kemenangan bukan cuma soal posisi. Tapi soal mengembalikan kepercayaan diri yang sempat hilang perlahan. Dan malam itu, PSIM akhirnya berhasil melakukan itu.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *