Milenianews.com, Jakarta – Awal tahun 2026 berubah jadi mimpi buruk bagi Swiss. Perayaan tahun baru di bar Le Constellation, Crans-Montana, mendadak berakhir tragis setelah kebakaran hebat pecah pada Rabu dini hari, 1 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Sedikitnya 40 orang meninggal dunia dan lebih dari 115 lainnya mengalami luka-luka, mayoritas dengan kondisi luka bakar berat.
Baca juga: Kebakaran AEON Mall Tanjung Barat: Evakuasi Berjalan Lancar
Malam itu, bar yang dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong favorit anak muda tengah dipenuhi ratusan pengunjung. Suasananya ramai, penuh euforia pergantian tahun, sampai api tiba-tiba membesar dan menjalar cepat ke seluruh bangunan. Material kayu dan busa peredam suara di dalam ruangan membuat api menyebar dalam hitungan menit. Asap tebal dan panas ekstrem membuat banyak pengunjung terjebak tanpa sempat menyelamatkan diri.
Api diduga dipicu kembang api di ruang tertutup
Jaksa wilayah Valais, Beatrice Pilloud, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada penggunaan kembang api atau flare di dalam ruangan yang memicu percikan api sebelum akhirnya membesar. “Kami masih mengumpulkan seluruh bukti dan memastikan kronologi kejadian secara detail. Sejauh ini tidak ada indikasi unsur terorisme,” ujar Pilloud dalam pernyataan resminya (2/1).
Upaya penyelamatan berlangsung besar-besaran. Lebih dari 150 petugas dikerahkan, dibantu puluhan ambulans dan belasan helikopter untuk mengevakuasi korban. Rumah sakit di Lausanne, Zurich, hingga Jenewa pun kewalahan menerima lonjakan pasien. Pihak Geneva University Hospitals menyebut sebagian besar korban yang dirawat adalah remaja dan dewasa muda dengan luka bakar serius serta gangguan pernapasan akibat asap beracun. “Beberapa pasien masih berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif,” tulis pihak rumah sakit dalam keterangannya (3/1).
Duka mendalam pun disampaikan Presiden Swiss, Guy Parmelin. Ia menyebut tragedi ini sebagai salah satu peristiwa paling menyakitkan yang pernah dialami negaranya. “Ini adalah hari yang sangat berat bagi Swiss. Kami kehilangan begitu banyak anak muda dalam satu malam,” ujar Parmelin dalam pernyataan kenegaraannya (2/1).
Solidaritas dunia mengalir untuk para korban
Ucapan belasungkawa juga mengalir dari berbagai pemimpin dunia. Pemerintah Prancis menyatakan dukungan penuh dengan mengirimkan tim medis dan menerima sejumlah korban luka untuk dirawat di rumah sakit wilayah perbatasan. “Kami berdiri bersama Swiss dan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan,” tulis pernyataan resmi pemerintah Prancis (3/1).
Baca juga: Kebakaran Apartemen Hongkong: Tragedi Memakan 83 Nyawa dan Tinggalkan Ratusan Hilang
Sementara itu, proses identifikasi jenazah masih terus berlangsung, termasuk melalui tes DNA untuk korban dengan kondisi luka bakar parah. Di Crans-Montana, suasana haru menyelimuti komunitas lokal. Warga menggelar doa bersama dan membuka posko solidaritas untuk mendampingi keluarga korban yang masih menunggu kabar orang-orang tercinta mereka.
Pemerintah Swiss menegaskan akan mengusut tuntas aspek keselamatan bangunan dan sistem evakuasi bar Le Constellation. Di tengah duka yang belum reda, tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa satu malam perayaan bisa berubah menjadi kehilangan besar ketika keselamatan diabaikan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













