Milenianews.com, Jakarta – Kalian tau ga? Petarung yang tak terkalahkan biasanya terlihat seperti monster sampai akhirnya ada seseorang yang cukup nekat untuk membuat mereka tampak manusia biasa. Dan di UFC 328, Minggu (10/5)Â siang WIB, Khamzat Chimaev akhirnya merasakan itu.
Prudential Center, Amerika Serikat, menjadi saksi bagaimana aura tak terkalahkan Chimaev runtuh pelan-pelan di tangan Sean Strickland. Bukan lewat KO brutal ala highlight Instagram, melainkan melalui pertarungan berdarah lima ronde yang lebih mirip perang ego daripada sekadar perebutan sabuk kelas menengah UFC.
Baca juga:Â Peristiwa Khabib Nurmagomedov Diusir dari Frontier Airlines Sita Banyak Perdebatan

Dari Duel Teknik Jadi Pertarungan Berdarah
Pertarungan baru berjalan sekejap ketika Strickland langsung roboh dihantam agresivitas Chimaev. Arena mendadak gaduh. Banyak orang mungkin mengira laga bakal selesai cepat, seperti episode pendek yang terlalu mahal harga tiketnya.
Khamzat Chimaev langsung memburu submission. Leher Strickland nyaris terkunci. Posisi di kanvas terlihat mengerikan.
Karena Strickland tidak menyerah. Ia bertahan. Susah payah, memang. Bahkan lebih mirip orang yang bertahan hidup saat tanggal tua daripada calon juara dunia. Tapi dia tetap hidup di pertarungan itu.
Ronde kedua berjalan lebih seimbang. Kedua petarung mulai saling membaca ritme permainan. Adu pukul terjadi, tetapi belum ada momen yang benar-benar mematikan.
Masuk ronde ketiga, Strickland mulai menemukan celah. Jab-jab miliknya mulai mengganggu Chimaev. Ritme agresif sang juara bertahan sedikit melambat. Dan untuk pertama kalinya, publik melihat Chimaev tampak tidak sepenuhnya nyaman di oktagon.
Meski begitu, ronde ini tetap menyisakan darah. Pukulan keras Chimaev menghantam hidung Strickland hingga darah mengucur deras. Wajah sang penantang mulai berantakan, tetapi anehnya justru di situlah mental Strickland terlihat semakin keras.
Ronde keempat menjadi salah satu fase paling brutal dalam pertarungan.
Khamzat Chimaev kembali agresif. Tendangan keras ke tubuh, kombinasi pukulan, hingga takedown berhasil ia lakukan. Chimaev masih berbahaya, tapi tidak dominan mutlak.
Baca juga: Jon Jones Tanggapi Petisi UFC Yang Meminta Mencabut Gelar Juaranya
Strickland terus bertahan sambil membalas. Tidak spektakuler, tetapi cukup efektif untuk membuat pertarungan tetap hidup hingga ronde terakhir. Dan di ronde kelima, duel berubah menjadi pertarungan mental.
Chimaev kembali melakukan takedown di awal ronde. Tetapi Strickland berhasil bangkit dan membawa duel kembali berdiri. Keduanya saling melepaskan pukulan dan tendangan dalam kondisi tubuh yang sudah compang-camping.
Ketika Rekor Sempurna Akhirnya Pecah
Setelah lima ronde brutal, pertandingan harus ditentukan lewat penilaian juri. Sean Strickland dinyatakan menang split decision atas Khamzat Chimaev dengan skor 48-47, 48-47, dan 47-48.
Sabuk middleweight UFC resmi berpindah tangan. Rekor sempurna Chimaev akhirnya ternoda. Dan dunia UFC dalam olahraga tarung, aura menakutkan bisa runtuh hanya dalam satu malam yang salah.
Bagi Strickland, kemenangan ini bukan sekadar soal sabuk juara. Ini adalah pembuktian bahwa mental keras kadang bisa mengalahkan reputasi besar.
Sementara bagi Chimaev, malam itu mungkin jadi pengingat pahit bahwa menjadi monster di UFC ternyata tidak cukup hanya dengan terlihat tak terkalahkan.
Karena cepat atau lambat, selalu ada seseorang yang siap berdiri di depan monster dan menolak takut.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.








