News  

Saban Hari Disuguhi Kasus Keracunan MBG, Jurnalis Magang Ini Buka Suara Soal Pembelaan Pejabat

mbg
Ilustrasi: Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Milenianews.com, Jakarta – Di tengah gelombang polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang makin memanas, tanggapan kritis dan keprihatinan terus berdatangan dari berbagai kalangan. Isu nasional ini kembali mencuat ke permukaan usai rentetan kasus keracunan makanan yang berulang kali menimpa para siswa di sekolah. Lambannya respons serta sikap dari pihak pemerintah dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) bahkan dinilai sangat nirempati terhadap para korban.

Dampak buruk dari kasus keracunan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain deretan siswa dan guru yang bertumbangan menjadi korban, ada laporan tragis mengenai anak sekolah yang sampai mengalami hilang ingatan.

Baca juga: Kalkulator Biaya MBG Hadir Online, Mudahkan Simulasi Anggaran Makan Bergizi Gratis

Melihat fenomena yang memprihatinkan ini, Kevin Prasanna Andrianto, seorang jurnalis magang di Metro TV, menilai publik dan masyarakat tidak boleh lagi tinggal diam.

“Sudah berapa kali hal ini berulang? Bikin salah, lalu membela diri secara tidak jelas. Bahkan bukannya bertanggung jawab, mereka justru menyalahkan pihak sekolah dan guru,” tegas Kevin saat diwawancarai via telepon, Kamis (1/10).

Sebagai jurnalis muda yang berkutat dengan pengolahan arus berita setiap hari, Kevin mengaku amat geram menyaksikan pola penanganan masalah dari pihak penanggung jawab yang terus berulang tanpa solusi konkret.

“Kalau diperhatikan baik-baik, pola ini sudah seperti rumus yang sengaja bikin masyarakat geram. Salah satu yang paling geram ya saya, karena berita ini bahan konsumsi saya sehari-hari,” cetusnya.

Sistem Rapuh dan Sorotan Terhadap Wacana Evaluasi

Menanggapi berbagai klaim “usaha perbaikan” yang terus didengungkan oleh pihak berwenang, Kevin mempertanyakan efektivitas langkah-langkah tersebut.

“Usaha perbaikannya apa? Evaluasi, ganti Kepala BGN, atau alat pendeteksi makanan basi?” ujar Kevin berretoris.

Bagi Kevin, deretan wacana perbaikan yang dilempar ke publik belum menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Ia menyoroti bahwa titik lemah utama dari program MBG terletak pada mekanisme sistem yang rapuh serta teramat rawan terhadap kebocoran anggaran.

Baca juga: MBG Kini Masuk Kampus: Proyek Ambisius Menuju Indonesia Emas Atau Sekadar Utopia Di Tengah Realita?

“Kebocoran itu peluang korupsi. Kalau uang negara saja terus kecolongan, bagaimana bisa menjamin kualitas makanan?” ungkapnya dengan nada kritis.

Menariknya, meski bersikap amat kritis terhadap eksekusi program ini, Kevin justru sependapat dengan opsi solusi yang sempat diwacanakan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, gagasan untuk menyerahkan pengelolaan dan penyediaan MBG langsung kepada kantin sekolah atau warung makan lokal jauh lebih realistis serta berpotensi menertibkan sistem distribusi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *