Milenianews.com, Bekasi – Apa jadinya jika anak muda dari berbagai negara membawa persoalan di sekitarnya, lalu mencoba menjawabnya dengan teknologi? Pertanyaan itu akan menemukan panggungnya di BSI Convention Center, Bekasi, saat IEEE YESIST12 2026 Grand Finale digelar pada Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026 mendatang.
Mengusung tema “Age of Innovation: Ignite Your Ideas, Transform Tomorrow!”, ajang yang diselenggarakan oleh IEEE dengan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai tuan rumah ini mempertemukan para inovator muda untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan menghadapi persoalan nyata sekaligus memberi dampak sosial.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Bawa Artholic Studio ke KMI Expo 2026
Bukan sekadar soal siapa yang membawa teknologi paling canggih. YESIST12 sejak awal dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi yang kreatif, berkelanjutan, inklusif, dan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta Sustainable Development Goals (SDGs).
Skalanya pun tidak kecil. Data YESIST12 2026 mencatat 11.737 pembuatan akun dan 2.216 proyek yang dikirimkan dari 21 negara. Dari proses tersebut, lebih dari 220 tim melaju ke Grand Finale, dengan 114 tim hadir secara langsung dan 116 tim mengikuti rangkaian finale secara virtual.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah ide yang awalnya mungkin hanya berupa persoalan di lingkungan sekitar bisa bergerak menjadi bagian dari percakapan inovasi lintas negara.
Dari Ide, Prototipe, sampai Bertemu Dunia
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mempresentasikan proyek mereka, mengikuti proses evaluasi di hadapan juri, serta terlibat dalam rangkaian kegiatan yang mempertemukan inovator muda dengan akademisi, profesional, industri, dan komunitas teknologi.
Grand Finale tahun ini juga menghadirkan jajaran juri dari berbagai latar belakang, mulai dari industri teknologi, akademisi, hingga perwakilan sektor publik. Di antaranya terdapat perwakilan Rohde & Schwarz, Wipro Technologies, CrowdStrike, Universitas Indonesia, Bakrie University, Universitas Nusa Mandiri, hingga Special Envoy of President for SME, Creative Economy and Digital Affairs.
Arif Hidayat, Executive Chair IEEE YESIST12 2026 dari Universitas Nusa Mandiri selaku Host Committee, mengatakan penyelenggaraan di Indonesia bukan hanya tentang menyiapkan sebuah kompetisi internasional. Ada ruang yang lebih besar untuk mempertemukan anak muda dengan gagasan, pengalaman, dan orang-orang dari berbagai belahan dunia.
Baca juga: Dosen Universitas Nusa Mandiri Raih PKM Award 2026 Klaster V
“IEEE YESIST12 bukan hanya tentang menjalankan kompetisi teknologi. Kami ingin menciptakan rumah bagi setiap mahasiswa yang rela begadang agar kodenya bisa berjalan atau memperbaiki prototipe yang rusak beberapa jam sebelum tenggat waktu,” ujar Arif dalam refleksinya mengenai penyelenggaraan YESIST12 2026, Rabu (30/9).
Menurut Arif, salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan YESIST12 justru bukan semata-mata tahap presentasi akhir. Ia menyoroti bagaimana peserta dari berbagai negara dapat duduk bersama, berbagi peralatan, membantu memperbaiki perangkat, hingga berinteraksi melalui pengalaman sederhana selama berada di Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan YESIST12 bahwa inovasi tidak berhenti pada kecanggihan teknologi. Teknologi baru memiliki arti ketika mampu menjawab kebutuhan manusia, memperkuat komunitas, dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













