News  

Perjalanan Ami ke Puteri Indonesia 2026 dan Lanjut S2 di Magister Manajemen UBSI

Puteri Indonesia Rahmi Dawati Aldi

Milenianews.com, Bekasi – Ada mimpi yang lahir dari sebuah kenangan sederhana. Bagi Rahmi Dawati Aldi atau Ami, ketertarikannya pada ajang Puteri Indonesia bermula dari masa kecil ketika ia kerap menyaksikan ajang tersebut bersama mendiang ibunya. Bertahun-tahun kemudian, doa sang ibu membawanya pada panggung yang pernah mereka saksikan bersama dari layar televisi.

Ami kini tercatat sebagai Puteri Indonesia Aceh 2026. Di tengah perjalanannya sebagai publik figur, ia juga memilih untuk kembali ke ruang akademik dengan menempuh pendidikan Pascasarjana atau S2 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui jalur beasiswa.

Kesempatan tersebut langsung diambil Ami karena melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi memang menjadi salah satu targetnya. Baginya, proses belajar tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan SMK atau S1.

Pendidikan, menurut Ami, merupakan perjalanan yang dapat terus dilanjutkan hingga jenjang S2 dan S3. Bahkan, pembelajaran juga berlangsung ketika seseorang terjun langsung ke lapangan dan mendapatkan pengalaman dari berbagai situasi yang dihadapi.

Baca juga: Nonton TV Sembunyi-Sembunyi demi Mahkota, Begini Rahasia Devi Aprilia Bagi Waktu Antara UBSI, KAI, dan Puteri Indonesia

Mengejar Panggung yang Pernah Disaksikan Bersama Mendiang Ibu

Keputusan Ami mengikuti Puteri Indonesia tidak lahir dari paksaan atau dorongan pihak lain. Ia memilih mendaftar karena keinginan pribadi yang tumbuh dari kenangan masa kecil bersama mendiang ibunya.

Ketika masih kecil, Ami sering menonton ajang Puteri Indonesia di televisi bersama sang ibu. Dalam momen tersebut, ibunya pernah menyampaikan doa dan harapan agar suatu hari Ami dapat tampil di panggung yang sama.

Setelah sang ibu meninggal dunia, Ami mulai mencari ruang untuk mengembangkan dirinya. Ia mengikuti berbagai kelas fashion dan modeling hingga akhirnya menemukan ketertarikan yang semakin kuat terhadap dunia pageant.

“Perjalanan menuju Puteri Indonesia tidak berjalan mulus. Aku sempat terkendala izin cuti dari pekerjaan ketika ingin mengikuti ajang tersebut pada 2022, 2023, 2024, hingga 2025,” kenang Ami.

Kesempatan kembali terbuka pada 2026. Di usia 26 tahun, Ami memutuskan untuk mencoba sekali lagi. Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil, dia lolos dan menjadi perwakilan Aceh dalam ajang Puteri Indonesia 2026.

Perjalanan itu membuat panggung Puteri Indonesia memiliki makna yang lebih personal baginya. Bukan hanya tentang sebuah kompetisi, melainkan juga tentang keberanian mewujudkan sesuatu yang pernah menjadi harapan bersama orang yang dicintainya.

Dari Panggung ke Aksi Sosial di Aceh

Di luar aktivitas akademik dan dunia pageant, Ami tetap menjalankan berbagai aktivitas profesional sebagai entertainer, public speaker, MC, dan model. Ia juga aktif dalam advokasi di bidang lingkungan dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Salah satu pengalaman yang ia jalani adalah turun langsung bersama tim untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah titik di Banda Aceh dan Pidie Jaya.

Dari kunjungan tersebut, Ami melihat bahwa proses pemulihan masyarakat masih berlangsung. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih dan masih terdapat warga yang tinggal di tempat pengungsian.

Di tengah kondisi tersebut, ia melihat ketangguhan masyarakat Aceh. “Salah satu cerita yang membekas adalah warga yang sengaja membiarkan timbunan pasir mengelilingi rumahnya sebagai upaya menjaga struktur bangunan apabila banjir kembali terjadi,” tuturnya.

Pengalaman tersebut juga memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Ami sebagai Puteri Indonesia. Gelar yang disandangnya tidak hanya berkaitan dengan panggung dan penampilan, tapi juga membuka ruang untuk melihat persoalan masyarakat secara langsung dan terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat luas.

Baca juga: UBSI Kembangkan Pembelajaran Jaringan Komputer Berbasis Kasus dan Proyek

Terkejut Melihat Antusiasme Mahasiswa Baru UBSI

Ami juga menjadi salah satu figur yang hadir dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru UBSI pada Seminar Motivasi (SEMOT) 2026. Ia mengaku takjub melihat antusiasme sekitar 8.000an mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, energi mahasiswa baru terasa begitu kuat sepanjang acara. Ia juga mengapresiasi kekompakan panitia yang bertugas serta fasilitas Wisma BSI yang dinilainya bersih dan berada di lokasi yang strategis.

Pengalaman tersebut menjadi kesan tersendiri bagi Ami karena ia dapat melihat secara langsung bagaimana mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya dalam suasana yang penuh semangat.

Namun semangat pada hari pertama menurutnya perlu dijaga hingga mahasiswa menyelesaikan seluruh perjalanan perkuliahan. Sebab, setelah kegiatan penyambutan berakhir, tantangan sesungguhnya sebagai mahasiswa baru justru mulai berjalan.

Ami berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi tugas maupun berbagai tantangan akademik. “Perjalanan pendidikan masih panjang. Aku harap setiap mahasiswa bisa menjaga konsistensi belajar dan tidak mudah putus asa,” ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa baru UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, dapat mempertahankan semangat belajar, memperoleh hasil akademik yang baik, serta menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Dari panggung Puteri Indonesia hingga ruang kuliah S2, perjalanan Ami menunjukkan bahwa satu pencapaian tidak harus menjadi akhir dari perjalanan. “Selalu ada ruang untuk belajar, mencoba kembali, dan membuka pintu pengalaman baru yang mungkin sebelumnya belum terbayangkan,” tutupnya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *