Milenianews.com, Bogor— Masjid Jenderal Sudirman (MJS) atau masjid perkantoran 2.0 kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program filantropi yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi penerima manfaat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Program Sedekah Produktif Batch 8 yang dilaksanakan di Pesantren Al Muhajirin, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026).
Sedekah Produktif merupakan program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan yang dirancang dengan menyesuaikan potensi, pengalaman, dan keahlian pesantren penerima manfaat. Memasuki batch ke-8, program ini telah menjangkau delapan penerima manfaat. Melalui pendekatan produktif, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemberian aset, tetapi diarahkan agar dapat berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, penerima manfaat memperoleh dukungan berupa kandang dan hewan ternak, sekaligus mendapatkan workshop dan pelatihan pengelolaan usaha peternakan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penerima manfaat dalam mengelola usaha, sehingga aset yang diberikan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pelaksanaan Sedekah Produktif Batch 8 turut mendapatkan dukungan dari UPZDK Permata Bank Syariah, yang memungkinkan program pemberdayaan ini berjalan dengan baik. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari kolaborasi antara lembaga filantropi, lembaga keuangan syariah dan pesantren dalam menghadirkan model pemberdayaan yang berbasis pada potensi lokal.
Dalam acara peresmian, hadir Yurandiza Kesuma, selaku Wakil Ketua UPZDK Permata Bank Syariah. Ia mengapresiasi pendekatan pemberdayaan yang diterapkan melalui Program Sedekah Produktif, khususnya karena program dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan penerima manfaat.
“Di sini kita lihat, skema yang dipersiapkan adalah skema yang berkelanjutan. Skema inilah yang menunjukkan skema ekonomi Islam yang saling bantu-membantu, bahu-membahu, berkelanjutan, dan juga bersinergi,” ujar Yurandiza Kesuma.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dalam program tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antaraktor dalam membangun ekosistem ekonomi Islam. Permata Bank Syariah berperan melalui dukungan lembaga keuangan syariah, Masjid Jenderal Sudirman menjalankan fungsi filantropi dan pemberdayaan, sementara pesantren menjadi institusi pendidikan sekaligus penerima manfaat yang mengembangkan potensi ekonomi produktif.
“Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa filantropi Islam dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga untuk membangun kapasitas ekonomi penerima manfaat. Melalui penyediaan aset produktif yang disertai peningkatan kapasitas, sedekah diharapkan dapat berkembang menjadi instrumen pemberdayaan yang menciptakan manfaat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Masjid Jenderal Sudirman, Program Sedekah Produktif merupakan bagian dari upaya mengembangkan praktik filantropi yang produktif, kolaboratif dan berkelanjutan. Masjid tidak hanya menjadi tempat penghimpunan dan penyaluran dana sosial, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak untuk mengubah sumber daya filantropi menjadi manfaat yang lebih luas.
Memasuki batch ke-8, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan model pemberdayaan yang sesuai dengan potensi masing-masing. Dengan mempertemukan dana filantropi, dukungan lembaga keuangan syariah, kapasitas kelembagaan pesantren, serta pendampingan dan penguatan usaha, Sedekah Produktif menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menghadirkan filantropi yang tidak hanya memberi, tetapi juga memberdayakan.
Melalui kolaborasi dengan skema ini, Masjid Jenderal Sudirman bersama para mitra terus mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi Islam yang saling menguatkan, di mana filantropi menjadi sumber daya, kolaborasi menjadi penggerak dan kemandirian penerima manfaat menjadi tujuan.









