Milenianews.com, Jakarta – Hujan deras di Gunung Semeru bukan sekadar alasan untuk menyiapkan payung. Pada Senin (2/11), ancaman lahar dingin berlangsung selama enam jam hingga debit air meningkat dan tanggul sungai di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Lumajang, dilaporkan jebol.
Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar selama 21.600 detik dengan amplitudo maksimum 65 mm pada pukul 00.00–06.00 WIB. Selain itu, tercatat satu gempa guguran dan 14 gempa letusan.
Semeru Masih Berstatus Siaga
Puncak Semeru tertutup kabut tebal saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III.
Baca juga:Â Menguatkan Ukhuwah, LAZNAS BMH Distribusikan Qurban untuk Warga di Lereng Semeru
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mematuhi zona bahaya. Di sektor tenggara, aktivitas dilarang dalam radius 13 kilometer dari puncak serta 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 17 kilometer. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah.
Masyarakat di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak sungai sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan.
Alam sudah memberi peringatan. Dalam situasi seperti ini, mengabaikan zona bahaya bukan keberanian, melainkan risiko yang tak perlu diambil.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












