News  

Lima Identitas Umat Islam Menjadi Umat yang Terbaik

Milenianews.com, Bogor— Allah SWT menegaskan bahwa umat terbaik adalah umatnya Nabi Muhammad SAW yakni umat Islam.  Hal itu dinyatakan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an, Surat Ali Imran [3] ayat 110 yang berbunyi sebagai berikut:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝١١٠

Artinya: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlul kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”

Guru Islamic Studies SD Bosowa Bina Insani, Dr. Muhammad Sudrajat M.Pd menjelaskan bahwa  Asbabun nuzul (sebab turunnya) Surat Ali Imran ayat 110 berkaitan dengan bantahan Allah SWT atas klaim keunggulan yang disampaikan oleh sebagian pendeta atau tokoh Yahudi (Malik bin Dhaif dan Wahab bin Yahudza) terhadap kaum Muslimin.

Mereka menyatakan diri sebagai umat yang paling mulia, unggul, dan paling dekat dengan Allah SWT dibandingkan umat lainnya. “Dengan turunnya ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa umat terbaik adalah umatnya Nabi Muhammad SAW  yakni umat Islam,” kata Ustadz Sudrajat.

Lalu, apa yang menjadi dasar bahwa umat Islam itu menjadi yang terbaik? “Ada lima hal yang menjadi identitas umat Islam dilahirkan ke muka bumi sehingga Allah SWT jadikan umat terbaik,” kata Ustadz Sudrajat.

Pertama, Ukhrijat lin-naas ( اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ).

Umat Nabi Muhammad SAW  harus siap ditugaskan oleh Allah SWT untuk memberi manfaat kepada manusia, karena kata   لِلنَّاسِ “Lamnya” mengandung arti “Lil Intifa” (للاءنتفاع) artinya “untuk diambil manfaatnya”.

“Contoh dalam sebuah proses pembangunan suatu masjid atau mushalla, umat Islam dapat berperan dengan apa yang dimilikinya. Ada yang berperan dengan pemikirannya, ada yang dengan hartanya, dan ada juga yang dengan tenaganya atau lainnya. Hal itu disesuaikan dengan keadaan  dan kemampuan masing-masing,” kata Ustadz Sudrajat.

Selanjutnya, menurut Ilmu Nahwu, “Lamnya” dapat juga mengandung arti “Lil Milki” (للملك). Maksudnya, jadi umat terbaik itu jangan jadi milik satu golongan atau organisasi tertentu, tetapi harus jadi milik semua lapisan.

Kenapa demikian? “Karena bila dimiliki hanya satu golongan atau kelompok maka bisa mempersempit ruang gerak manfaat itu tersebarkan. Sedangkan  biasanya setiap golongan akan merasa bangga dengan golongannya sendiri sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum/30 ayat 32 dan Al-Mu’minun/23 ayat 53, yang artinya: ‘Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka masing-masing’,” papar Ustadz Sudrajat.

Kedua, Ta’murûna bil-ma‘rûfi (تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ).

Identitas kedua umat Islam menjadi umat terbaik adalah karena umat Islam senantiasa “menyuruh atau mengajak kepada kebaikan”, baik dalam informasi, kebiasaan/perilaku maupun dalam karakter/sifatnya yang ditampakkan dalam kehidupan bermuamalah.

Sebaiknya sebelum memerintahkan kebaikan kepada orang lain, alangkah bijaknya bila dimulai dengan memperbaiki diri sendiri (ابدا بنفسك).  “Kan lucu bila seseorang yang kepalanya gundul alias botak jualan minyak penumbuh rambut, pasti nggak bakal laku,” kata Ustadz Sudrajat memberikan tamsil.

Ketiga, Wa tan-hauna ‘anil-mungkari (وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ).

Identitas ketiga adalah umat Islam siap mencegah kemungkaran.

Dalam ayat ini, Allah SWT mendahulukan kalimat

تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ

daripada

وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

alasannya karena “amar ma’ruf”  (memerintahkan kebaikan) itu lebih mudah dilakukan daripada “nahyi munkar” (mencegah kemunkaran).

“Contohnya untuk memerintahkan kebaikan, anak kecil yang jadi ‘Dai Cilik’  juga bisa, tetapi untuk mencegah kemungkaran, Allah pilih hanya orang-orang yang memiliki keberanian atau mental jihad yang kuat yang bisa melakukannya,” ujarnya.

Keempat, Wa tu’minuna billahi ( وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ).

Identitas keempat umat Islam yang menjadi umat terbaik adalah “Beriman kepada Allah”.

Ustadz Sudrajat menjelaskan mengapa kalimat

وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

diakhirkan.

“Hal ini disebabkan beberapa alasan,” ujarnya.

Pertama, setiap mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran, itu dasarnya iman kepada Allah SWT, tapi tidak semua orang yang beriman kepada Allah mampu melakukan “Amar ma’ruf nahyi munkar”.

Contohnya, banyak orang yang percaya bahwa Allah SWT yang perintahkan shalat, tapi tidak sedikit orang yang masih belum mau melakukannya.

Kedua, ayat ini sebenarnya menjadi pukulan telak bagi kaum Yahudi dan kaum Nasrani, karena mereka beriman kepada nabi-nabi mereka ( Yahudi kepada Nabi Musa As. dan Nashrani kepada Nabi Isa As.) tetapi mereka tidak siap untuk mengimani Nabi Muhammad Saw.

Ketiga, kaum Yahudi dan kaum Nashrani, mereka beriman kepada Allah SWT, namun mereka tidak mampu melakukan “Amar ma’ruf nahyi munkar”.

Kelima,  Umat yang tegar.

Identitas terakhir umat Islam dilahirkan sebagai umat terbaik adalah umat yang tegar  sebagaimana tersirat pada bagian akhir dari ayat ini.

 

وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝١١٠

“Seandainya Ahlul kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”

“Pada bagian akhir dari ayat ini harus dimaknai dengan mafhum mukhalafah,” kata Ustadz Sudrajat.

Ia menjelaskan, Mafhum mukhalafah dari ayat ini adalah “walaupun kebanyakan manusia tidak beriman, umat Islam tidak boleh kendur dalam semangat untuk meningkatkan kualitas diri, tidak baper, tidak pundungan. Sebaliknya umat Islam harus tegar dalam segala kondisi apa pun.

“Semoga Allah pilih kita benar-benar menjadi umat terbaik yang memiliki lima identitas tersebut, aamiin,” kata Utadz Sudrajat.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *