Milenianews.com, Jakarta – Jepang biasanya dikenal rapi, cepat, dan siap menghadapi cuaca buruk. Kali ini hujan datang seperti ingin menguji semuanya sekaligus. Banjir akibat hujan deras melanda Nagoya dan wilayah Tokai sejak Selasa (8/9), menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 41 orang.
Hingga Rabu (9/9), sekitar 3.500 warga mengungsi ke sejumlah pusat evakuasi. Sekitar 200 kendaraan juga dilaporkan terendam banjir.
Baca juga: Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, AEON Mall Ambruk dan Puluhan Orang Masih Dicari
Korban tewas merupakan warga yang terjebak longsor di Kawanehoncho, Prefektur Shizuoka. Ia dilaporkan sedang berusaha memperkuat lereng untuk mencegah longsor ketika akhirnya tertimbun. Pemerintah mencatat 41 orang mengalami luka hingga pukul 13.00 waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Kamis (10/9). Ancaman utama meliputi banjir, tanah longsor, dan kenaikan permukaan sungai.
JMA menyebut front cuaca aktif di sepanjang pantai Pasifik Jepang, ditambah aliran udara hangat dan lembap dari selatan. Kondisi tersebut berpotensi memicu pita hujan linear yang dapat menghasilkan hujan sangat deras dalam waktu lama.
Tanah yang sudah jenuh air membuat risiko longsor tetap tinggi meski intensitas hujan mulai berkurang.
Ketika tanah sudah kehilangan daya tahan, hujan kecil pun bisa berubah menjadi masalah besar. Nagoya kini bukan cuma menghitung genangan, tetapi juga menunggu langit berhenti menambah pekerjaan rumah.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













