News  

Horizon Biru: Menyusun Masa Depan Akuakultur, Perikanan dan Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan

Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Sarawak– Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University, yang juga Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. akan berpartisipasi sebagai Pembicara Utama dan Panelis di Forum Kebijakan Global Selatan selama Konferensi Internasional ke-13 tentang Perikanan dan Akuakultur (ICFA) 2026, yang diadakan di Pullman Miri Waterfront Hotel dan Curtin University Malaysia, Miri, Sarawak, pada 29–30 September 2026.

Konferensi internasional itu mengusung tema “Blue Horizons: Charting the Future of Sustainable Aquaculture, Fisheries & Biodiversity”.   Di forum internasional ini, — yang menghadirkan pakar global, akademisi, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri perikanan –,  Prof. Rokhmin Dahuri  yang juga Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) akan menyampaikan perspektif strategis tentang transformasi akuakultur menuju makanan biru berkelanjutan, produk farmasi biru, bioenergi biru, pupuk bio biru, dan bahan bio biru. Hal itu dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi, praktik akuakultur terbaik, bioteknologi laut, pengembangan rantai nilai terintegrasi, dan tata kelola akuakultur yang bertanggung jawab.

Baca Juga : 2026 Global Ocean Development Forum Qingdao, Prof. Rokhmin Dahuri Dorong Akuakultur dan Ecological Marine Ranching sebagai Masa Depan Pangan Biru Indonesia

Sebagai wakil Indonesia, Prof. Rokhmin menekankan bahwa masa depan budidaya perikanan global tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada kemampuan mengembangkan sistem pangan biru, produk farmasi biru, bioenergi biru, pupuk bio biru, dan bahan bio biru yang produktif, efisien, inklusif, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis sains.

“Partisipasi Indonesia di ICFA 2026 merupakan kesempatan penting untuk memperkuat kontribusi ilmiah negara serta diplomasi maritim dalam mendorong kolaborasi global menuju masa depan perikanan dan budidaya perairan yang berkelanjutan. Dari Produksi ke Keberlanjutan, Dari Inovasi ke Dampak,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *