News  

Dari Air Payau ke Air Bersih, Sumur Bor Ke-258 BMH Ubah Keseharian Santri di Sidoarjo

Pada 16 Maret 2026, Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-258 Jawa Timur,  di Mushola Safinatul Arkab, Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo, 16 Maret 2026. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Sidoarjo– Bagi sebagian orang, air bersih adalah hal biasa. Namun di Mushola Safinatul Arkab, Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo, air pernah menjadi sesuatu yang harus diterima apa adanya—meski kualitasnya payau dan kurang nyaman digunakan.

Kondisi itu kini berubah. Pada 16 Maret 2026, Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-258 Jawa Timur,  di lokasi tersebut. Sejak saat itu, air bersih mulai mengalir dan perlahan mengubah keseharian para santri TPQ dan jamaah.

Pengasuh mushola, Ustadz Syuaib, mengingat betul bagaimana keterbatasan air sebelumnya memengaruhi aktivitas harian. “Sebelum ada sumur bor ini, air yang kami gunakan cenderung payau sehingga kurang nyaman. Alhamdulillah sekarang kebutuhan air bersih menjadi lebih mudah terpenuhi,” ujarnya.

Perubahan itu terasa nyata, terutama bagi anak-anak. Alifah, salah satu santri TPQ, menyampaikan kebahagiaannya dengan sederhana. “Terima kasih, Kakak-kakak BMH atas bantuan sumur bor ini,” tuturnya sambil tersenyum.

Baca Juga : Sumur Bor Ke-257 BMH  di Pamekasan: Air Mengalir, Harapan Santri Kembali Hidup

Program ini merupakan amanah dari keluarga dr. Hj. Rini Yulianti binti H. Fadhory yang memercayakan penyalurannya melalui BMH. Bagi BMH, kepercayaan tersebut diwujudkan dalam solusi yang langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa sumur ini merupakan titik ke-258 yang telah direalisasikan di Jawa Timur. “Semoga sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kehadiran air bersih di Mushola Safinatul Arkab bukan hanya soal kemudahan teknis. Ia mengubah cara beribadah, memperbaiki kualitas hidup, dan memberi rasa nyaman yang sebelumnya sulit dirasakan.

Dari sumber air sederhana itu, terlihat bagaimana kepedulian dapat menjelma menjadi perubahan nyata—mengalir setiap hari, dirasakan banyak orang, dan terus memberi manfaat tanpa henti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *