Milenianews.com, Tapaktuan – Pagi itu, suasana di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan terasa lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas harian, melainkan pertemuan yang membawa satu tujuan: menyelaraskan langkah demi masa depan pendidikan yang lebih merata.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Syafran, hadir bersama tim dalam kunjungan kerja pada Rabu (15/4). Kedatangannya disambut oleh Kepala Bidang GTK, Fitria Sastri, yang mewakili pimpinan dinas.
Di balik pertemuan yang berlangsung hangat dan koordinatif itu, tersimpan agenda yang tidak sederhana. Pemerintah pusat dan daerah tengah berupaya memperkuat sinergi dalam menjalankan program prioritas pendidikan nasional—sebuah pekerjaan yang sering kali menuntut lebih dari sekadar kebijakan di atas kertas.
Baca juga: Sehari Setelah Mirwan Dinonaktifkan, Gubernur Mualem Tinjau Pemulihan Banjir di Aceh Selatan
Dari Infrastruktur hingga Digitalisasi
Diskusi yang berlangsung tak hanya menyentuh satu aspek, melainkan berbagai simpul penting dalam ekosistem pendidikan. Percepatan realisasi Dana Revitalisasi Sekolah menjadi salah satu fokus utama. Infrastruktur yang layak masih menjadi fondasi mendasar sebelum berbicara lebih jauh tentang kualitas pembelajaran.
Namun, perhatian tidak berhenti di sana. Transformasi digital juga mulai ditegaskan, termasuk rencana penguatan penggunaan perangkat smart board di sekolah-sekolah. Langkah ini mencerminkan arah baru pendidikan: tidak lagi sekadar bertahan pada metode konvensional, tetapi mulai beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Selain infrastruktur dan teknologi, kesiapan sistem juga menjadi sorotan. Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dibahas sebagai bagian dari upaya menjaga standar mutu pendidikan. Di saat yang sama, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga menjadi perhatian—agar berjalan tertib, transparan, dan minim polemik.
Isu ini bukan hal baru, tetapi selalu relevan. Setiap tahun ajaran baru, tantangan yang sama kerap muncul, menuntut kesiapan yang lebih matang dari semua pihak.
Sekolah Aman, Guru Berkualitas
Di sisi lain, BPMP Aceh mendorong percepatan pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Tujuannya jelas: menciptakan ruang belajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara psikologis.
Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa.
Baca juga: Pemkab Aceh Selatan Pastikan Penanganan Pengungsi Terkendali, Pemulihan Memasuki Tahap Akhir
Tak kalah penting, persoalan pemerataan dan peningkatan kualitas guru serta tenaga kependidikan turut menjadi perhatian. Ini adalah isu klasik yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah. Kunjungan ini mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam. Namun, maknanya jauh lebih panjang.
Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan bukan kerja satu pihak. Ia membutuhkan kolaborasi, konsistensi, dan kemauan untuk terus menyempurnakan sistem yang ada. Di Tapaktuan, langkah kecil itu kembali dimulai—melalui dialog, koordinasi, dan harapan bahwa sinergi yang terbangun hari ini dapat menjelma menjadi perubahan nyata di ruang-ruang kelas esok hari.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







