Milenianews.com, Jakarta Timur— Sebanyak 17 warga lanjut usia (lansia) di wilayah Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan akupresur mandiri yang digelar pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di RPTRA Bambu Petung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berjudul “Gerakan Akupresur Mandiri: Solusi Sehat dan Bugar bagi Masyarakat Lansia di Wilayah Bambu Apus”, yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Akupunktur Medik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen Tahun 2026 dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia.

Bekal Sehat Mandiri bagi Lansia
Program ini hadir menjawab kebutuhan kelompok lansia yang rentan mengalami berbagai keluhan kesehatan seperti nyeri punggung bawah, nyeri lutut, nyeri kepala, gangguan tidur, hingga penurunan daya tahan tubuh. Melalui pendekatan promotif dan preventif, para lansia diperkenalkan pada akupresur — teknik pemberian tekanan pada titik akupunktur tertentu di tubuh — sebagai metode perawatan kesehatan sederhana yang aman dan dapat dipraktikkan sendiri di rumah tanpa memerlukan alat khusus.
“Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan akupresur mandiri ini, diharapkan Oma-Opa di Bambu Apus bisa makin sehat” ujar Yeni Rachmawati, SE, kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Bambu Apus, yang membuka kegiatan ini secara resmi.
Edukasi hingga Praktik Langsung
Dalam kegiatan yang dipandu langsung oleh Ketua Tim Pengabdi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Akupunktur Medik FKUI, Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak, para peserta lansia mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik kesehatan lansia, konsep dasar akupunktur medik dan akupresur, serta prinsip keamanan sebelum mempraktikkan akupresur secara mandiri.
Sesi dilanjutkan dengan pengenalan titik-titik akupresur untuk membantu meredakan keluhan yang umum dialami lansia, di antaranya nyeri punggung bawah, nyeri lutut, nyeri kepala, gangguan tidur, hingga untuk menjaga daya tahan tubuh. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik penekanan pada titik-titik akupresur tersebut dengan didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa.
Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, anggota Tim Pengabdi dr. Atikah Chalida Barasila, M.Biomed, Sp.Ak, AHK(K), dan Sekretaris Program Studi Akupunktur Medik FKUI, dr. Yoshua Viventius, Sp.Ak, beserta mahasiswa Program Studi Akupunktur Medik FKUI, yang berperan aktif sebagai fasilitator pendamping bagi peserta lansia selama sesi praktik berlangsung.

Antusiasme turut terlihat dari keterlibatan kader Kelurahan Bambu Apus yang mendampingi para lansia sepanjang kegiatan, mulai dari proses registrasi hingga sesi praktik. “Kehadiran kader ini sejalan dengan tujuan program untuk membentuk “Gerakan Akupresur Mandiri” berbasis komunitas, sehingga praktik akupresur dapat terus berjalan secara rutin melalui kegiatan Posyandu Lansia meskipun program pengabdian telah selesai dilaksanakan,” kata Ketua Tim Pengabdi Program Studi Akupunktur Medik FKUI, Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, Tim Pengabdi berharap para lansia di Kelurahan Bambu Apus tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mempraktikkan akupresur secara mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Sebagai bekal setelah pelatihan, peserta juga menerima Buku Saku Panduan Akupresur Mandiri yang dapat menjadi rujukan praktik di rumah.
“Program “Gerakan Akupresur Mandiri” ini rencananya akan terus dikembangkan dengan tahap penguatan komunitas dan replikasi program di wilayah lain yang memiliki karakteristik permasalahan kesehatan lansia yang serupa,” ujarnya.







