Milenianews.com – Di era digital seperti sekarang, untuk memperoleh informasi tidak terbatas hanya dari satu media saja. Jika dulu, orang mendapatkan informasi dari televisi, radio atau koran, sekarang sudah bergeser ke arah yang lebih modern. Maka tak heran, jika banyak bermunculan media anak muda, yang menjadi rujukan informasi di kalangan mereka.
Tapi, kemunculan media-media tersebut, tidak serta merta langsung menarik audien yang menjadi targetnya. Butuh pembeda sebagai penarik dan pengikat ketertarikan untuk bacaan yang juga bisa dicermati oleh generasi saat ini. Mungkin, akan sangat cocok jika media tersebut adalah media yang menerapkan tulisan atau bahasa yang “gaul”.
Baca juga: Di Tengah Arus Media Sosial: Siapa yang Menjaga Akhlak Remaja?
Menurut ejaan PUEBI, kata “Gaul” artinya berteman, akrab, dan mudah bersosialisasi. Definisi dari gaul tersebut, jika untuk media, bisa menjadi kekhasannya, agar lebih sesuai dengan kebiasaan mereka. Hal ini menunjukkan, bahwa tiap generasi menggunakan bahasa “gaul” yang berbeda-beda.
Dalam penelitian yang berjudul “Kajian Sosiolinguistik Ragam Bahasa Gaul di Media Sosial Tiktok pada Masa Pandemi Covid-19 dan Pemanfaatannya Sebagai Kamus Bahasa Gaul” terbitan dari jurnal Onoma (2023), menjelaskan bahwa bahasa gaul pada era Gen-Z itu bersifat penyingkatan atau combine dengan bahasa inggris. Sebagai contoh kata “Mager” singkatan dari “Malas Gerak” atau singkatan “Otw” dari “On the Way” menjelaskan bahwa sedang dalam perjalanan. Dalam isi tulisan berita atau artikel di medianya, bisa menuliskannya dengan gaya Bahasa “Gaul”.
Bagaimana Menyesuaikan Media Anak Muda?
Menerapkan bahasa-bahasa “gaul” dapat menarik minat dan perhatian kepada media anak muda. Dalam artikel opini berjudul “Fenomena Bahasa Gaul dalam Kalangan Remaja” oleh Kiki Ameyla Zubir dijelaskan bahwa remaja atau anak muda menggunakan bahasa gaul untuk menjadi bagian dari sesuatu. Jika media anak muda dapat memproduksi suatu berita yang merangkul dan menyesuaikan, itu akan menarik perhatian para Gen-Z dan Milenial.
Bentuk penyesuaian media anak muda lainnya adalah dengan mengikuti preferensi Gen-Z dan Milenial dalam mengkonsumsi berita. Dijelaskan dalam jurnal ilmu komunikasi oleh Marsella Jelita Azzahra dan Siti Masitoh, bahwa preferensi Gen-Z dalam mencari berita. Para Gen-Z lebih memilih untuk mencari berita yang singkat dan tidak bertele-tele. Media memiliki kepentingan untuk menyajikan informasi yang padat, langsung pada inti masalah, dan mudah dicerna. Dalam padatnya kesibukan serta arus informasi digital yang cepat, hal ini akan berdampak besar dengan minat dan perhatian anak-anak muda.
Melalui pendekatan tersebut, akan banyak anak muda dari Gen-Z dan Milenial yang betah membaca berita. Agar tidak kalah dengan media sosial, yang kontennya relatif lebih ringkas dan jelas.
Apa Sih Media Anak Muda yang Sesuai di Era Sekarang?

Mengetahui hal itu, perlu menemukan media online yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga perkembangan bahasa untuk generasi saat ini. Melalui gaya penulisannya yang singkat, detail serta jelas, menarik perhatian dan minat dari Gen-Z dan Milenial.
Baca juga: Pentingnya Publikasi di Media Online untuk Syarat Centang Biru dan Branding Perusahaan
Kalau kita bicara tentang media anak muda, sangat banyak sekali di internet. Namun, kalau kita ingin tahu, media online mana yang cocok, maka jawabannya adalah MileniaNews.
Sebab itu MileniaNews hadir sebagai media online anak muda yang menyesuaikan dengan Gen-Z dan Milenial. Informasi yang tersaji, tentunya terkini, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan anak muda. Selain itu, pembaca, biasa disebut Sobat Milenia, punya kesempatan untuk berkontribusi dengan menerbitkan karya tulis mereka dalam bentuk opini.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.
Referensi:
- https://bdkjakarta.kemenag.go.id/fenomena-bahasa-gaul-di-kalangan-remaja/
- https://e-journal.my.id/onoma/article/download/2029/1636








