STID Mohammad Natsir Berangkatkan 151 Mahasiswa Kader Dai ke Daerah Pedalaman selama Ramadhan

Tahun ini Kampus Dakwah STID Mohammad Natsir kembali memberangkatkan mahasiswanya untuk berdakwah selama bulan Ramadhan ke berbagai penjuru Tanah Air, melalui program Kafilah Dakwah. (Foto: Dok STID Mohammad Natsir)

Milenianews.com, Jakarta– Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Kampus Dakwah STID Mohammad Natsir kembali memberangkatkan mahasiswanya untuk berdakwah selama bulan Ramadhan ke berbagai penjuru Tanah Air. Melalui program Kafilah Dakwah, para mahasiswa bertugas mendampingi masyarakat Muslim memaksimalkan kedatangan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebanyak 151 orang mahasiswa ditugaskan di 106 titik di 23 provinsi.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STID Mohammad Natsir, Dr. Lukman, M.Pd.I.  menyampaikan bahwa Program Kafilah Dakwah merupakan kerja besar, sebab dapat terselenggara berkat kerja  sama para tokoh masyarakat, aparatur daerah, dosen, mahasiswa serta berbagai elemen lainnya. Para dai dan daiyah yang telah dibekali skill pemberdayaan sosial akan menyemarakkan Ramadhan di berbagai penjuru Tanah Air.

Ia menjelaskan bahwa program ini sudah dipersiapkan sejak bulan Agustus 2024. Persiapan panjang itu terutama untuk menggalang dana yang cukup besar. “Alhamdulillah sampai hari ini sudah terkumpul dana untuk mencukupi transportasi dan konsumsi seluruh peserta,” kata Dr. Lukman dalam rilis yang diterima Milenianews.com.

Ia mengucapkan terima  kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta mengganbil bagian dari pendanaan Kafilah Dakwah ini. “Semoga Allah Ta’ala menggantinya dengan pahala berlimpah,” ujarnya.

Sementara Ketua STID Mohammad Natsir, Dr. Dwi Budiman, menjelaskan bahwa program Kafilah Dakwah ini sangat penting, baik untuk proses kaderisasi para mahasiswa kader dai maupun untuk masyarakat Muslim. “Karena melalui program ini para mahasiswa akan belajar dawah langsung di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa juga dituntut untuk berdawah secara berjamaah dan terorganisir, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Dewan Dakwah sejak dahulu. Sementara untuk masyarakat, kedatangan para kader dai ini akan membantu mereka memahami dan mengamalkan Islam dengan lebih baik lagi, terutama di bulan Ramadhan,” terangnya.

Apalagi, ia melanjutkan, di daerah pedalaman masih banyak masyarakat Muslim yang belum memahami ajaran Islam dengan baik. Sementara tidak ada dai yang membimbing mereka.

Adapun Ustadz Dr. Imam Zamroji, wakil ketua umum Dewan Dakwah, dalam tausyiahnya mengingatkan para mahasiswa kader dai  untuk menjadikan program Kafilah Dakwah sebagai wahana belajar ikhlas dalam berdakwah. “Baik ketika kalian disambut dengan tepuk tangan, maupun dengan cemoohan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa konsisten dalam dakwahnya, yakni mengajak masyarakat muslim untuk senantiasa ikhlas dan mengikuti Rasulullah dalam beribadah.

 

Program Kafilah Dakwah ini didukung oleh Laznas Dewan Dakwah, Hudaya Safari Tour & Travel, dan para donatur lainnya. Para peserta Kafilah Da’wah akan melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat selama bulan Ramadhan di berbagai titik daerah pedalaman. Di antaranya di Arandai Papua Barat, Pulau Aru dan Pulau Buru-Maluku, Flores Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, Humbahas  Sumatera Utara, Kepulauan Talaud Sulawesi Utara, Tojo Unauna Sulawesi Tengah, dan berbagai daerah di Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, Lampung, Riau, Kep. Riau, D. I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Semoga program Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir tahun 1446 H ini benar-benar menjadi cahaya da’wah yang menerangi Nusantara,” kata Dr. Dwi Budiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *