News  

Kasus Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai Sampai 7 Ribu Laporan

Kasus Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai Sampai 7 Ribu Laporan

Milenianews.com, Jakarta –  Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) memperingatkan kepada masyarakat mengenai kasus yang kerap terjadi belakangan ini. DJBC menungkapkan di kegiatan Media Briefing Waspada Penipuan Mentasnamakan Bea Cukai, Jakarta, pada Kamis (22/12).

Dalam paparannya, Hatta Wardhana, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan DJBC menjelaskan mengenai statistik laporan penipuan dari dari 2018 hingga 2022. Tercatat terjadi penurunan laporan di rentang tahun 2020-2021, dari 3.284 laporan menjadi 2.491. Namun laporan mengenai penipuan kembali naik pada tahun 2022 hingga mencapai 6.958.

Baca juga : Inilah Ciri-Ciri Modus Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Laporan mengenai kasus penipuan semakin meningkat, bahkan per November 2022 hampir mencapai 7.000 kasus. “Pengaduan hampir 7.000 sampai dengan akhir november ini. Jadi kasus penipuan yang diterima jalur pengaduan kemudian juga yang melalui media sosial BeacukaiRI dan juga mengadu lewat kantor-kantor bea cukai,” ungkap Hatta, mengutip dari Antara, Kamis(22/12).

Hatta menjelaskan juga modus-modus penipuan yang terjadi, antara lain Online Shop, Romansa, Diplomatik, Money Laundry dan Lelang. Data diagram menunjukkan modus melalui Online Shop lebih banyak terjadi, mencapai 42,7%. Kemudian oleh Romansa mencapai 27,8% dan lelang 8,7%.

Baca juga : Kisah Korban Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Adanya peningkatan yang signifikan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengupayakan berbagai cara untuk meminimalisir laporan, salah satunya dengan edukasi kepada masyarakat. “Sebagai upaya dalam menekan angka penipuan kami mengedukasi masyarakat melalui berbagai media. Hal itu terus kami lakukan karena masih banyak laporan masyarakat yang dirugikan sasarannya tentu yang awam,” kata Hatta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *