CfDS UGM Fasilitasi Pertukaran Pelajar Indonesia-Singapura Bahas Hak Digital

cfds ugm

Milenianews.com, Yogyakarta – Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi program pertukaran pelajar antara Singapura dan Indonesia. Kegiatan kunjungan edukasi ini mempertemukan siswi Methodist Girls’ School (MGS) Singapore dan SMA Stella Duce di Yogyakarta, Kamis (5/11). Program ini secara khusus difokuskan pada pemahaman generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Kegiatan bertajuk MGS Asian Programme (MAP) ini merupakan penyelenggaraan kedua di CfDS setelah pertama kali digelar pada 2025. Tahun ini, para pelajar dari kedua negara diajak mendalami isu-isu strategis mengenai dunia siber secara lebih spesifik. Tema utama yang dibahas berfokus pada hak-hak digital remaja, penggunaan kecerdasan buatan generatif (GenAI) dalam pendidikan, serta keamanan digital.

Baca juga: AI Disrupsi Dunia Kerja dan Informasi: CfDS dan SAIL Gelar Diskusi Publik Difussion #126

Acara diawali dengan sambutan Direktur CfDS, Syaifa Tania, yang memperkenalkan pendekatan lembaganya dalam merespons dinamika ruang digital. Memasuki sesi materi, Researcher Assistant CfDS, Rizqi Ashari, memaparkan bahwa partisipasi di ruang digital harus selalu diiringi dengan tanggung jawab. Rizqi juga secara khusus menyoroti penggunaan AI dalam dunia pendidikan yang membutuhkan sikap kritis dari para pelajar.

Menurut Rizqi, kemudahan teknologi di ranah pendidikan tetap harus diimbangi dengan kebiasaan melakukan verifikasi kebenaran data.

“Informasi yang dihasilkan AI tetap perlu ditinjau dan diverifikasi melalui sumber-sumber lain untuk memastikan keakuratannya,” kata Rizqi, dalam keterangan rilis ke Milenianews.com, Jumat (6/10).

Pemaparan tersebut ditujukan sebagai pemantik agar para siswi mampu merefleksikan dan lebih peka terhadap tantangan digital antargenerasi.

Selain menyimak pemaparan materi, para pelajar juga melakukan pertukaran perspektif langsung melalui sebuah proyek kolaboratif. Mereka menyusun presentasi perbandingan mengenai praktik digital dan penerapan perlindungan digital yang dijalankan di Singapura maupun Indonesia. Diskusi antarpelajar ini membedah berbagai isu penting, mulai dari privasi, kebebasan berekspresi, aksesibilitas, perlindungan, hingga kebijakan digital.

Baca juga: Green AI dan Ketahanan Pangan: Diskusi CfDS UGM Soroti Jejak Energi dan Keadilan Digital

Ruang diskusi lintas negara yang difasilitasi CfDS ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pemikiran kritis pelajar dalam merespons persoalan digital. Nantinya, hasil proyek kolaboratif para peserta tidak hanya akan berhenti di ruang presentasi sekolah. Karya tersebut akan disusun menjadi artikel riset yang dipublikasikan secara resmi melalui situs web Center for Digital Society.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *