Milenianews.com, Jakarta – Pengalaman belajar di perguruan tinggi tidak selalu hadir di ruang kelas. Bagi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang mengikuti BSI Explore 2026, proses belajar juga berlangsung di tengah masyarakat, ketika mereka berhadapan langsung dengan persoalan, potensi, dan kehidupan warga desa.
UBSI resmi mengakhiri rangkaian BSI Explore 2026 melalui Awarding Ceremony di Auditorium UBSI Kampus Kramat 98, Jakarta, Rabu (4/11). Program yang melibatkan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat di 38 desa ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Program BSI Explore di Desa Santanamekar Berakhir, Platform Digital Wisata Resmi Diserahkan
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna dalam sambutannya menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar seremoni penghargaan. Ia menyebutnya sebagai panggung perayaan atas dedikasi, kerelaan, dan ketulusan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Hari ini bukan sekadar awarding, tetapi hari ini adalah panggung perayaan, karena atas dedikasi, kerelaan, dan ketulusan hati yang telah kalian berikan kepada desa-desa di pelosok negeri, itu menjadi sebuah amal jariyah. Mudah-mudahan kebermanfaatannya terus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Adi, Rabu (4/11).
Ia mengingatkan mahasiswa UBSI agar menjadikan pengalaman selama di desa sebagai bekal berharga. Berbagai tantangan, keluh kesah, hingga keterbatasan yang ditemui di lapangan diharapkan tidak hanya menjadi cerita, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan rasa syukur.
Menurutnya, mahasiswa UBSI yang mengikuti BSI Explore merupakan bagian dari peserta terpilih yang mendapat kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi secara langsung di masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mendorong mereka untuk terus berkarya dan berinovasi, bahkan setelah program berakhir.
Ruang Belajar Tidak Berhenti di Kampus
Adi menilai BSI Explore telah menunjukkan bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya berlangsung melalui perkuliahan di kelas. Interaksi dengan masyarakat menjadi pengalaman yang memperkaya wawasan mahasiswa UBSI tentang kondisi sosial, kebutuhan warga, serta potensi yang dapat dikembangkan di desa.
Ia berharap mahasiswa UBSI tetap melanjutkan semangat pengabdian melalui program mandiri maupun kegiatan sosial lainnya. Mahasiswa juga didorong untuk berkolaborasi dengan dosen pendamping lapangan dalam memberikan inspirasi, literasi, dan solusi bagi masyarakat di sekitar mereka.
“Ketika sudah masuk ke perguruan tinggi yang mengindikasikan bahwa kuliah itu bukan hanya di kelas, bukan hanya di kampus, tapi kita bisa belajar, bisa kuliah juga dari lingkungan sekitar. Dan itu membuktikan bahwa media belajar tidak hanya di kampus,” tuturnya.
Adi juga menyampaikan apresiasi kepada para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) BSI Explore 2026 yang telah membimbing mahasiswa dengan beragam karakter selama menjalankan program. Menurutnya, pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa menyelesaikan kegiatan dan menghadapi dinamika di lapangan.
Ucapan terima kasih turut diberikan kepada panitia penyelenggara yang telah mengawal BSI Explore 2026 sejak tahap seleksi, pembekalan, survei, hingga pelaksanaan dan acara penghargaan.
BSI Explore 2027 Mulai Diperkenalkan
Dalam sambutannya, Adi juga mengumumkan bahwa rangkaian BSI Explore 2026 berakhir pada hari ini, Rabu (4/11). UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif sekaligus memperkenalkan program BSI Explore 2027, yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk kembali terlibat dalam kegiatan pengabdian, termasuk berpartisipasi sebagai mentor.
Ia mengajak mahasiswa UBSI yang masih memiliki semangat mengabdi untuk mengikuti informasi mengenai jadwal dan tahapan program berikutnya.
“Jadi nanti teman-teman yang masih mau mengabdi, yang masih berkesempatan, mau jadi mentor, silakan ikuti timeline-nya, proses-prosesnya dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Baca juga: BSI Explore 2026, Mahasiswa UBSI Tasikmalaya Bagikan 150 Paket Alat Tulis untuk Siswa SD
Adi berharap BSI Explore dapat menjadi amal jariyah bagi mahasiswa, dosen pendamping lapangan, panitia, dan UBSI. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat untuk terus bergerak, berinovasi, dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.
Berakhirnya BSI Explore 2026 bukan berarti pengabdian harus berhenti. Pengalaman di 38 desa diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk terus membawa ilmu, kepedulian, dan kreativitas ke tengah masyarakat, baik melalui program kampus maupun inisiatif mereka sendiri.













