Milenianews.com, Jakarta – Di balik kelulusan dan deretan prestasi, ada perjalanan panjang yang tidak selalu terlihat. Ada perjuangan menyelesaikan kuliah, menghadapi keterbatasan, hingga ketekunan menjaga mimpi tetap hidup. Kisah-kisah itulah yang diabadikan Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui dua buku yang diluncurkan dalam rangka Dies Natalis ke-25, yakni “Tinta dari Lelehan Keringat” dan “Jejak-Jejak yang Menyala”. Peluncuran buku tersebut diselenggarakan di Aula UNM kampus Jatiwaringin, Jakarta Timur, pada Kamis (29/10).
Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya melihat perjalanan pendidikan selama 25 tahun mampu melahirkan alumni dan mahasiswa dengan pencapaian yang sangat membanggakan.
“Sebagai rektor, tentu saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Perjalanan pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri (UNM) ini ternyata tanpa kita sadari setelah 25 tahun bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” ungkap Prof. Dwiza saat ditemui usai prosesi peluncuran buku, Kamis (29/10).
Baca juga: Perluas Wawasan Global, Universitas Nusa Mandiri (UNM) Gelar Edutrip Ketiga ke Luar Negeri
Bagi UNM, peluncuran kedua buku tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan seperempat abad perjalanan institusi. Kumpulan kisah di dalamnya juga menjadi ruang untuk mengenang proses yang dilalui para individu hingga mampu mencapai titik yang membanggakan.
Tinta Perjuangan 25 Alumni
Buku Tinta dari Lelehan Keringat memuat kisah 25 alumni terpilih dengan perjalanan hidup, pengorbanan, dan tantangan yang menyertai proses pendidikan mereka. Kisah-kisah tersebut memperlihatkan bahwa pencapaian setelah lulus tidak hadir secara instan, melainkan terbentuk melalui proses belajar dan perjuangan yang panjang.
Prof. Dwiza menilai alumni yang diangkat dalam buku tersebut telah menjadi representasi UNM di tengah masyarakat. Mereka berkiprah di bidang masing-masing dan membawa pengalaman pendidikan ke dalam perjalanan profesional maupun kontribusi yang diberikan.
“Buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. Ada proses belajar, memutuskan kuliah, hingga struggling di masa perkuliahan. Melalui sistem yang kami sediakan di UNM, terbukti kita mampu melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten dan membanggakan,” jelasnya.
Kisah alumni itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang terlihat hari ini kerap berawal dari keputusan sederhana untuk terus melangkah, termasuk ketika prosesnya tidak selalu berjalan mudah.
Jejak Mahasiswa yang Tidak Menyerah
Sementara itu, buku Jejak-Jejak yang Menyala mengangkat kisah mahasiswa aktif yang berjuang menyeimbangkan proses perkuliahan dengan upaya meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Prof. Dwiza, mahasiswa memiliki tantangan yang beragam selama menempuh pendidikan. Selain tuntutan akademik, ada pula persoalan administratif, pembayaran biaya kuliah, serta keterbatasan lain yang perlu dihadapi dan disiasati.
“Mahasiswa-mahasiswa berprestasi ini memiliki momen perjuangan sendiri. Ada tantangan administrasi, pembayaran, dan keterbatasan lainnya, namun mereka mampu menyiasatinya di sisi pembelajaran hingga sukses merih prestasi,” tambahnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa prestasi tidak hanya berbicara tentang hasil akhir. Ada ketekunan dalam menjalani proses, kemampuan menghadapi keterbatasan, serta usaha untuk tetap berkembang di tengah berbagai tuntutan.
Melalui buku ini, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis turut mengabadikan perjalanan mahasiswa yang masih berproses. Dengan begitu, pencapaian mereka tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga cerita yang dapat dipelajari oleh mahasiswa lain.
Baca juga: UNM Ajak Mahasiswa Pelajari Inovasi Global Lewat Edutrip 2026
Merawat Inspirasi untuk Generasi Berikutnya
Peluncuran kedua buku tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat cerita alumni dan mahasiswa UNM, tidak hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga bagi calon mahasiswa dan masyarakat yang tengah memperjuangkan pendidikan maupun cita-cita mereka.
Prof. Dwiza berharap kisah-kisah yang dihimpun dalam kedua buku dapat menginspirasi siapa pun untuk tetap belajar dan berusaha, sekaligus menyadari pentingnya dukungan keluarga dan institusi dalam perjalanan mencapai tujuan.
“Mudah-mudahan kedua buku ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin belajar, berjuang, dan bersungguh-sungguh. Dengan ikhtiar, hati nurani, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, apa pun impian yang diupayakan bersama keluarga dan institusi akan dapat tercapai,” pungkasnya.
Memasuki usia ke-25, perjalanan UNM tidak hanya dapat dibaca melalui perkembangan institusi, tetapi juga melalui kisah orang-orang yang tumbuh di dalamnya. Dua buku ini menjadi upaya untuk menjaga cerita tersebut tetap hidup sekaligus mengingatkan bahwa di balik sebuah pencapaian, selalu ada proses yang layak dihargai.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













