Milenianews.com, Depok – Membangun karier yang solid di perusahaan sebesar Bank BRI nyatanya tak selalu lahir dari karpet merah atau jalan pintas. Bagi Andri Nugi Baskoro, lulusan Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) angkatan 2020, keberhasilan di dunia kerja murni buah dari ketekunan mengasah keahlian dasar, ditambah keberanian melangkah meski harus memulai dari hal-hal kecil.
Pria yang akrab disapa Andri ini kini bertugas di kantor pusat Bank BRI, membuktikan bahwa latar belakang kampus maupun rintangan selepas lulus bukanlah penghalang untuk berkembang pesat di industri perbankan nasional.
Berawal dari Kampus “Ruko” yang Mengubah Jalan Hidup
Ingatan Andri kembali melayang ke masa-masa kuliah di kampus UNM Damai, Jakarta Selatan—sebuah bangunan dekat perempatan Ragunan yang kini sudah tak beroperasi lagi. Ia mengenang tempat belajarnya dulu dengan senyum simpul.
“Emm, kalau di Warung Jati gedungnya jujur setara ruko ya. Alias ITC Depok,” selorohnya membandingkan kampus lamanya dengan kemegahan gedung-gedung UNM saat ini.
Meski gedungnya terbilang sederhana kala itu, keputusan Andri memilih UNM bukan tanpa perhitungan. Berbekal latar belakang lulusan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), ia berburu kampus yang materi perkuliahan dan praktiknya benar-benar terikat pada kebutuhan industri.
“Saat saya perhatikan, memang ada praktikum yang langsung meng-config dari Cisco sama Mikrotik yang mana itu barang yang banyak digunakan di perusahaan-perusahaan besar. Jadi saya memilih, ‘oh ini nih kayaknya jalan saya’,” ungkap Andri.
Prediksinya terbukti presisi. Selama empat tahun pertama kariernya sebagai staf IT di kantor cabang hingga wilayah Bank BRI, pemahaman teknis mengenai jaringan sangat membantunya. Mulai dari hitungan IP, subnet class, hingga mengilik Mikrotik agar mesin-mesin ATM bisa terhubung lancar ke jaringan lokal.
“Sesuai banget. Ketika saya menjadi staf IT di kantor cabang, itu sangat berguna sekali, karena kan kalau kita mau mengaktivasi ATM, itu pasti ada jaringannya juga,” terangnya. Berkat modal networking yang kuat tersebut, Andri kini dipercaya memegang peran strategis di bidang Procurement Planning and Strategy Bank BRI.
Menghadapi “Gap Year” dan Meracik Keberuntungan
Tentu perjalanan kariernya tak selalu mulus tanpa hambatan. Usai melepas status mahasiswa, Andri sempat mencicipi rasanya diterjang masa-masa sulit mencari pekerjaan selama kurang lebih enam bulan. Dari fase menganggur itulah ia merumuskan definisi keberuntungan versi dirinya sendiri.
“Keberuntungan itu adalah kesempatan yang bertemu dengan kemampuan. Jadi ketika kedua itu bertemu, maka saya bisa lanjut jalan,” tegasnya.
Atas dasar itu, ia mengingatkan para mahasiswa agar tak sekadar mengejar gengsi menguasai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Python atau JavaScript, tapi malah alpa pada keterampilan dasar. Menurut Andri, hal-hal krusial seperti kelihaian mengoperasikan Microsoft Office hingga menyusun materi presentasi yang komunikatif justru kerap disepelekan, padahal itulah makanan sehari-hari di dunia kerja.
“Padahal kan itu dasarnya. Dan itu tidak dipelajari di silabus. Kalian harus bisa belajar sendiri. Fundamental kuat dulu, baru bisa jalan,” pesannya.
Prinsip Imam Syafi’i dan Sudut Pandang tentang AI
Satu hal yang membuat Andri terus tangguh menghadapi tantangan karier adalah petuah dari Imam Syafi’i yang selalu dipegangnya: “Berjalanlah, maka kamu akan mendapatkan ganti dari apa yang kamu tinggalkan.”
Filosofi itu membuatnya tak pernah gentar saat harus beradaptasi di lingkungan baru maupun mempelajari bidang pekerjaan yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.
Tengok saja pandangannya mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI). Saat banyak orang cemas pekerjaannya bakal tergerus teknologi, Andri justru melihat AI sebagai mitra belajar yang sangat membantu.
“AI itu sangat membantu dalam belajar. Tapi kita yang mencari tahu apa yang ingin kita tahu, dan dijelaskan oleh AI dengan secara simpel. Manusia diciptakan sesempurna mungkin, ada hal yang tidak dimiliki oleh AI yaitu rasa kemanusiaan. Jadi gunakanlah AI sebijak mungkin, buatlah AI menjadi temanmu,” jelasnya optimis.
Baca juga: Perjuangan Alwi Al Haddad, Alumni UNM Jadi Perwira TNI
Mulailah 5 Menit Terbaikmu!
Sebagai penutup, Andri membagikan kiat sederhana namun menohok bagi siapa pun yang sedang meniti jalan menuju dunia profesional: mulailah memupuk kebiasaan belajar, tak peduli seberapa singkat waktunya.
“Mulailah 5 menit terbaik untuk belajar. Karena nantinya akan berpengaruh di 5 tahun, 2 tahun, atau 10 tahun ke depan. Cobalah belajar 5 menit, 10 menit… dan coba lagi sampai kalian benar-benar bisa dan berguna di kemudian harinya,” pungkasnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













