Milenianews.com, Jakarta – Di tengah padatnya jalan dan tingginya aktivitas warga, ruang untuk berolahraga menjadi bagian penting dari kehidupan sebuah kota. Lapangan, gelanggang, hingga ruang terbuka bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bergerak dan menjaga kesehatan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini ingin memperkuat peran tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta sejumlah fasilitas olahraga milik Pemprov DKI diperbaiki dan direnovasi sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih ramah terhadap olahraga.
Pramono menyampaikan hal tersebut saat berada di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Senin (31/8). Ia mengatakan telah memberikan izin kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah sarana olahraga.
Fasilitas Tak Cukup Hanya Tersedia
Menurut Pramono, Jakarta sebenarnya memiliki fasilitas olahraga yang relatif lengkap jika dibandingkan dengan daerah lain. Namun, keberadaan sarana tersebut perlu diikuti dengan pemeliharaan dan peningkatan kualitas agar dapat digunakan secara optimal.
Bagi sebuah kota dengan aktivitas masyarakat yang padat, fasilitas olahraga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat pertandingan. Sarana yang layak dapat menjadi ruang bagi warga untuk beraktivitas fisik sekaligus menjadi tempat pembinaan bagi mereka yang ingin mengembangkan kemampuan olahraga.
Karena itu, perbaikan fasilitas menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Pramono mengatakan pembenahan akan diarahkan terutama pada fasilitas yang mendukung cabang olahraga yang banyak diminati masyarakat. Beberapa di antaranya adalah sepak bola, bulu tangkis, bola voli, sepak takraw, lari, dan maraton.
Baca juga: Senny Marbun Nahkodai APSF, Usung Misi Perkuat Olahraga Disabilitas ASEAN
Dari Lapangan hingga Ruang Publik
Upaya menghadirkan ruang olahraga di Jakarta sebelumnya juga terlihat melalui pembangunan dan revitalisasi sejumlah fasilitas publik.
Pada Februari 2026, misalnya, Pemprov DKI meresmikan Maroedja Sport Park di Meruya Utara, Jakarta Barat. Area seluas 2,2 hektare tersebut dikembangkan sebagai ruang terbuka untuk aktivitas olahraga dan interaksi sosial masyarakat.
Fasilitas yang tersedia di lokasi tersebut mencakup lapangan basket, mini soccer, voli, jogging track, playground, hingga forest walk. Pemprov DKI juga menyiapkan pengembangan lanjutan agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih optimal.
Selain fasilitas yang berada di kawasan permukiman, pemerintah juga memanfaatkan ruang-ruang kota untuk kegiatan olahraga.
Salah satu contohnya adalah pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan HR Rasuna Said yang mulai efektif pada Juni 2026. Kawasan tersebut dimanfaatkan warga untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, dan melakukan aktivitas fisik lainnya.
Ruang olahraga dengan demikian tidak selalu harus berupa gedung atau lapangan khusus. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan pun dapat berubah menjadi ruang aktivitas warga ketika dikelola dengan tepat.
Mendukung Atlet dari Tingkat Dasar
Perbaikan sarana olahraga juga berkaitan dengan pembinaan atlet. Fasilitas yang memadai dibutuhkan agar proses latihan dapat berlangsung dengan lebih baik, terutama bagi cabang olahraga yang memiliki banyak peminat.
Bagi atlet, kualitas tempat latihan bukan sekadar persoalan kenyamanan. Sarana yang layak menjadi bagian dari proses panjang untuk meningkatkan kemampuan sebelum seseorang bertanding di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, pembenahan fasilitas olahraga dapat menjadi investasi jangka panjang. Tujuannya bukan hanya menghadirkan tempat bermain bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet yang dapat membawa nama Jakarta maupun Indonesia.
Baca juga: Tingkatkan Performa Atlet, Greysia Polii Luncurkan Brand ONPOINT
Ketika Olahraga Menjadi Bagian dari Wajah Kota
Keinginan menjadikan Jakarta sebagai kota ramah olahraga sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan prestasi.
Olahraga juga dapat menjadi bagian dari cara masyarakat menikmati ruang kota. Taman, jalur lari, lapangan, dan ruang publik dapat menjadi tempat bertemu warga dari berbagai latar belakang.
Pemerintah Provinsi DKI sebelumnya juga mengembangkan kegiatan olahraga berskala besar sebagai bagian dari pemanfaatan ruang kota. Jakarta Running Festival, misalnya, diarahkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan Jakarta sebagai destinasi sport tourism.
Semakin banyak ruang yang dapat digunakan secara aman dan nyaman, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas.
Pada akhirnya, kota yang ramah olahraga bukan hanya kota yang memiliki banyak stadion atau lapangan. Kota semacam itu adalah kota yang memberi kesempatan kepada warganya untuk bergerak, baik untuk mengejar prestasi maupun sekadar menjaga tubuh tetap sehat.
Jakarta masih memiliki pekerjaan untuk memastikan fasilitas yang sudah tersedia tetap terawat dan dapat dimanfaatkan dengan baik.
Namun, dari lapangan olahraga hingga jalan yang sementara dibebaskan dari kendaraan, satu hal mulai terlihat, olahraga perlahan ditempatkan bukan hanya sebagai urusan atlet, tetapi sebagai bagian dari kehidupan warga kota.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













