Milenianews.com, Bogor– Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tanggal 17 Agustus 2026, peresmian dan peluncuran (launching) Masjid Syiar Islam The Jungle diselenggarakan secara khidmat di kawasan The Jungle Bogor. Acara bersejarah ini digagas oleh ketua Yayasan Syiar Islam Indonesia (Yasiin), Muhamad Sadam Romadhon bersama GM The Jungle Waterpark Bogor, Zakky Afifi dan calon ketua DKM Masjid Syiar Islam The Jungle, Muztagfirin. Prosesi ini menandai integrasi strategis antara fungsi destinasi wisata rekreasi keluarga dengan pusat kemakmuran spiritualitas umat, sekaligus menjadi momen penting penyerahan usulan rancangan identitas logo resmi masjid kepada pihak Manajemen The Jungle.
Acara itu dihadiri sejumah tokoh dan pemangku kepentingan. Mereka antara lain, Tok Ya H. Muhammad Nur Hasan (pakar Sistem Universal Lembaga Takmir, Amir dan Nazir (SULTAN), pewakif Masjid Kapal Munzalan Indonesia (Pontianak, Kalimantan Barat) sekaligus Pembina Yayasan Syiar Islam Indonesia (YASIIN), H. Sudarman S.H. (Mbah Darmin) selaku pengasuh Pondok Tahfidz Mandiri Khadijah Kubu Raya, Kalimantan Barat), Muhamad Sadam Romadhon (ketua Yayasan Syiar Islam Indonesia (YASIIN), Abdul Latif Syarifuddin (ketua Yayasan Sinema Islam Nusantara) dan Muhammad Amin (perwakilan calon Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Syiar Islam The Jungle).

Esensi Masjid: Keberkahan Baitulloh dan Perniagaan yang Tidak Pernah Merugi
Dalam sesi pembekalan (coaching session), Tok Ya H. Muhammad Nur Hasan membagikan refleksi pengabdiannya berawal dari marbot Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat hingga menjadi pewakif di berbagai masjid percontohan tanah air. Ia enegaskan bahwa hakikat kebesaran masjid bukan semata dinilai dari kemegahan fisik bangunan, melainkan dari denyut kebermanfaatan nyata dan rasa aman yang dirasakan oleh umat Islam.
“Masjid sebagaimana dikabarkan dalam Al-Qur’an adalah tempat yang aman. Sebagai Baituloh, tugas utama kita adalah mengaktifkan Al-Qur’an, menegakkan sholat, dan menggerakkan infak. Inilah wujud perniagaan agung yang tidak akan pernah merugi (tijaratan lan tabur), sebagaimana firman Allah dalam QS Fathir ayat 29,” kata Tok Y H. Muhamamd Nur Hasan.

Masjid Rekreasi sebagai True Healing dan Wadah Edukasi Kreatif Generasi Muda
Menjawab dinamika kawasan hiburan dan wisata keluarga, para tokoh merumuskan fungsi transformatif Masjid Syiar Islam guna mengimbangi rekreasi duniawi dengan penyegaran spiritual. Yakni:
Pertama, tempat “True Healing” dan Rumah Sehat. H. Sudarmin SH (Mbah Darmin) menyoroti bahwa destinasi rekreasi sarat euphoria kegembiraan yang rentan melalaikan syriat serta sholat. “Hadirnya masjid di Kawasan The Jungle menjadi oase penyembuhan hakiki (True Healing),” ujarnya.
Ia turut menggagas lahirnya pendirian Rumah Sehat berbasis Thibbun Nabawi holistic berlandaskan tauhid agar hati, pikiran, dan fisik pengunjung terisi dengan ketenangan jiwa (Sakinah).
Kedua, Sentra Edukasi Syiar Islam (SESI). Muhamad Sadam Romadhon bersama Abdul Latif Syafruddin merancang wahana baru bertajuk SESI (Sentra Edukasi Syiar Islam) guna memikat generasi muda. “Program ini memadukan dakwah dan industri kreatif melalui Lomba Da’i Remaja, festival musik seni Islami, peragaan busana Muslim, dan kegiatan multimedia dakwah positif di lingkungan The Jungle,” kata Muhamad Sadam Romadhon.
Pengusulan Identitas Visual & Makna Filosofis Logo Masjid
|
| Pada kesempatan itu juga diusulkan desain logo bundar yang diajukan kepada manajemen The Jungle memadukan harmoni nilai spiritual dan ekosistem wisata: • Kubah & Menara Keemasan: Simbol kemuliaan cahaya tauhid dan pusat syiar dakwah yang menaungi. • Rimbun Dedaunan Hijau (Jungle): Representasi kelestarian alam, keteduhan lingkungan rekreasi, dan kesegaran spiritual. • Aliran Air Jernih: Melambangkan kesucian bersuci (wudhu), penawar dahaga rohani, serta ikonik wisata air The Jungle. • Ornamen Geometris Melingkar: Mencerminkan kebulatan niat dan kekokohan ukhuwah islamiyah tak terputus. |
Rencana Aksi dan Langkah Taktis Operasional DKM
Sebagai wujud profesionalisme kelembagaan takmir, pertemuan peluncuran ini menyepakati empat langkah implementasi terdekat:
- Sistem Pembinaan Digital: Pembentukan forum koordinasi grup daring intensif untuk memfasilitasi pendampingan dan coaching jarak jauh berkala bersama Tok Ya dan Mbah Darmin dari
- Rekrutmen Takmir Profesional: Merekrut imam rawatib tetap dan marbot berdedikasi tinggi demi menjaga kebersihan fasilitas serta kekhusyukan jamaah.
- Kedisiplinan Kumandang Azan: Mengaktifkan pengumandangan azan secara tertib dan tepat waktu pada setiap masuk waktu sholat fardhu di kawasan The Jungle.
- Jadwal Dakwah Terstruktur: Penyusunan jadwal imam dan khotib Sholat Jumat secara terencana dan berkesinambungan selama satu tahun penuh.







