Milenianews.com – Pernah berniat membuka ponsel hanya lima menit, lalu tiba-tiba satu jam berlalu dan Anda sudah mengetahui berita politik, drama selebritas, perang di belahan dunia lain, sampai video kucing yang entah kenapa ikut membuat stres? Selamat datang di doomscrolling. Jempol memang terus bekerja, tetapi otak sudah mulai mengajukan surat pengunduran diri.
Doomscrolling adalah kebiasaan scrolling media sosial atau berita secara terus-menerus, terutama untuk mengonsumsi informasi negatif atau membuat cemas. Masalahnya, otak manusia memang punya kecenderungan memperhatikan ancaman. Akibatnya, satu berita buruk sering terasa seperti alasan untuk mencari berita buruk berikutnya.
Baca juga: Cara Mengenal dan Mengatasi “Brain Out” di Kalangan Anak Muda
Kenapa Susah Berhenti?
Doomscrolling bukan sekadar persoalan kurang disiplin. Platform digital dirancang agar pengguna terus menemukan konten baru. Setiap scroll menawarkan kemungkinan menemukan sesuatu yang lebih menarik, lebih mengejutkan, atau lebih mengkhawatirkan.
Akhirnya muncul siklus sederhana: melihat berita → merasa penasaran → scroll lagi → menemukan berita lain → semakin cemas → scroll lagi.
Yang lucu, kita sering melakukan semuanya sambil berkata, “Sebentar lagi berhenti.”
Masalahnya, “sebentar lagi” di internet punya definisi waktu yang sangat fleksibel.
Cara Mengatasi Doomscrolling
1. Kenali Pemicu
Perhatikan kapan Anda paling sering menggulir tanpa sadar. Apakah sebelum tidur, saat bangun, ketika bosan, atau ketika sedang cemas?
Mengetahui pemicunya membuat Anda lebih mudah memutus kebiasaan tersebut.
2. Batasi Waktu Layar
Gunakan fitur screen time atau digital wellbeing untuk membatasi aplikasi tertentu. Mulailah dengan target realistis, misalnya mengurangi penggunaan 15–30 menit per hari.
Tidak perlu langsung menjadi manusia tanpa Instagram. Kita sedang mengurangi kebiasaan, bukan masuk pertapaan.
3. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Notifikasi membuat otak merasa selalu ada sesuatu yang harus diperiksa. Matikan pemberitahuan dari aplikasi yang sebenarnya tidak perlu Anda buka setiap beberapa menit.
Tidak semua bunyi “ting!” adalah panggilan darurat kehidupan.
Baca juga: Merasa Cemas Setelah Scroll Instagram? Saatnya Detoks Media Sosial!
4. Hindari Ponsel Sebelum Tidur
Buat jeda sekitar 30–60 menit sebelum tidur tanpa media sosial atau berita. Ganti dengan membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas santai.
Sebab, membawa ponsel ke tempat tidur sering kali berarti membawa seluruh masalah internet ikut tidur bersama.
5. Pilih Sumber Informasi
Tidak semua kabar harus diikuti secara real time. Pilih beberapa sumber informasi yang terpercaya dan batasi frekuensi mengecek berita.
Informasi penting akan tetap ada. Dunia tidak runtuh hanya karena Anda tidak membaca 47 unggahan tentang isu yang sama malam ini.
6. Ganti Kebiasaan Scrolling
Begitu tangan mulai mencari ponsel karena bosan, siapkan aktivitas pengganti: berjalan kaki, olahraga ringan, mengobrol, menulis, atau mengerjakan hobi.
Tujuannya bukan sekadar menjauh dari layar, tetapi memberi otak aktivitas lain untuk dikerjakan.
Tidak Perlu Hilang dari Internet
Mengatasi doomscrolling bukan berarti harus menghapus seluruh media sosial. Internet tetap berguna untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mencari informasi.
Yang perlu diubah adalah hubungan kita dengan layar.
Baca juga: Era AI dan Media Sosial Membuat Website Makin Penting untuk Bisnis
Pada akhirnya, masalahnya bukan berapa kali kita menggulir, tetapi apakah kita masih memilih kapan harus berhenti.
Karena jempol memang tidak akan kelelahan scrolling, tetapi kepala bisa. Jadi, sesekali biarkan layar gelap dan hidup kembali menyala.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







